Selasa, 26 Mei 2026 , Selamat Sore!

PELANTIKAN 24 (DUA PULUH EMPAT) KETUA PENGADILAN AGAMA DI WILAYAH PENGADILAN TINGGI AGAMA SEMARANG

Semarang|pta-semarang.go.id (25/05/2026)

Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. pada hari ini Senin 25 Mei 2026 melantik dan mengambil sumpah jabatan 24 (dua puluh empat) orang Ketua Pengadilan Agama di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang. Hadir menyaksikan upacara pelantikan tersebut Ketua PTA Surabaya, Wakil Ketua PTA Palembang, dan Panitera PTA Jayapura. Disamping itu hadir pula Bapak dan Ibu Hakim Tinggi PTA Semarang, Ketua beserta Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama se Jawa Tengah, serta Istri Ketua Pengadilan Agama se Jawa Tengah dan DYK PTA Semarang.

Adapun Ketua Pengadilan Agama yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagaimana Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 83/KMA/SK.KP4.1.3/V/2026 tentang Promosi dan Mutasi Hakim Pada Lingkungan Peradilan Agama tanggal 4 Mei 2026 adalah:

  1. Dr. Ahmad Zaenal Fanani, S.H.I., M.S.I., M.H. sebagai Ketua PA Semarang (sebelumnya Wakil Ketua PA Gresik) menggantikan Nur Lailah Ahmad, S.H. yang promosi sebagai  Hakim Tinggi PTA Samarinda;
  2. Muhammad Surur, S.Ag. sebagai Ketua PA Banjarnegara (sebelumnya Wakil Ketua PA Makassar) menggantikan Dr. Azimar, S.H., M.H., sekarang Hakim Tinggi M.S. Aceh;
  3. Mursid, S.Ag., M.Ag. sebagai Ketua PA Sragen (sebelumnya Wakil Ketua Pati) menggantikan Drs. Palatua, S.H., M.H. sekarang Hakim Tinggi Kepulauan Riau;
  4. Anwar Harianto, S.Ag. sebagai Ketua PA Kendal (sebelumnya Wakil Ketua PA Jombang) menggantikan Dr. Ahmad Farhat, S.Ag., S,H,, M.H.I. sekarang Hakim Tinggi PTA Kalimantan Utara;
  5. Dr. A. Nafi’ Muzakki, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Jepara (sebelumnya Wakil Ketua PA Majalengka) menggantikan Drs. Abd. Halim Zailani, sekarang Hakim Tinggi MS Aceh;
  6. Nurbaeti, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Pati (sebelumnya Wakil Ketua PA Pekalongan) menggantikan Dr, Drs. Habib Rasyidi Daulay, M.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Kepulauan Riau;
  7. Dr. Fahmi R, S.Ag., M.H.I. sebagai Ketua PA Pemalang (sebelumnya Wakil Ketua PA Pemalang) menggantikan Solahuddin Sibagabariang, S.Ag., M.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Kepulauan Riau;
  8. Muhamad Imron, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Cilacap (sebelumnya Wakil Ketua PA Sumenep) menggantikan Drs. Ahmad Juaeni, M.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Pontianak;
  9. Nurhema, S.Ag., M.Ag. sebagai Ketua PA Purbalingga (sebelumnya Wakil Ketua PA Jambi) menggantikan Alwin, S.Ag., M.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Ambon;
  10. Abdul Rouf, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Purwodadi (sebelumnya Wakil Ketua PA Sragen) menggantikan Antoni Said, S.Ag., M.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Palu;
  11. Ahmad Padli, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Purwokerto (sebelumnya Wakil Ketua PA Cibadak) menggantikan Drs. H. Juaini, S.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Kalimantan Utara;
  12. Ahmad Jamil, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Boyolali (sebelumnya Wakil Ketua PA Kendal) menggantikan Senen, S.Ag., M.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Palu;
  13. Akhmad Kholil Irfan, S.Ag., S.H., M.H. sebagai Ketua PA Slawi (sebelumnya Wakil Ketua PA Slawi) menggantikan Dr. Khairunnas, S.Ag., M.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Kendari;
  14. Rusdiana, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Brebes (sebelumnya Wakil Ketua PA Martapura) menggantikan Dr. Drs. Eko Budiono, S.H., M.H., sekarang Hakim Tinggi PTA Jambi;
  15. Azimar Rusydi, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Pekalongan (sebelumnya Wakil Ketua PA Cilacap) menggantikan Drs. Husaini, S.H., M.H. yang mutasi sebagai Ketua PA Kisaran;
  16. Rogaiyah, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Surakarta (sebelumnya Wakil Ketua PA Surakarta) menggantikan Drs. Tubagus Masrur, S.H., mutasi sebagai Ketua PA Yogyakarta;
  17. Muhammad Taufiq Rahmani, S.Ag. sebagai Ketua PA Purworejo (sebelumnya Wakil Ketua PA Sungailiat) menggantikan Irman Fadly, S.Ag., M.H., yang mutasi sebagai Wakil Ketua PA Pemalang;
  18. Muh. Safrani Hidayatullah, S.Ag., M.Ag. sebagai Ketua PA Salatiga (sebelumnya Wakil Ketua PA Praya) menggantikan Adil Fahkhru Roza, S.H.I., M.H., yang mutasi sebagai Wakil Ketua PA Surakarta;
  19. Nofia Mutiasari, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Banyumas (sebelumnya Wakil Ketua PA Tegal) menggantikan Muhamad Isna Wahyudi, S.H.I., M.S.I., yang mutasi sebagai Wakil Ketua PA Nganjuk;
  20. Dede Andi, S.H.I., M.H. sebagai Ketua PA Kajen (sebelumnya Wakil Ketua PA Kajen) menggantikan Mashuri, S.Ag., M.H., yang mutasi sebagai Wakil Ketua PA Cilacap;
  21. Lia Auliyah, S.H.I., M.H. sebagai Ketua PA Batang (sebelumnya Wakil Ketua PA Batang) menggantikan Ikin, S.Ag., yang mutasi sebagai Wakil Ketua PA Indramayu;
  22. Farida Nur Aini, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Karanganyar (sebelumnya Wakil Ketua PA Demak) menggantikan Mohammad Antoni Dwi Putra, S.H., M.H., yang mutasi sebagai Wakil Ketua PA Kendal;
  23. Zulfa Yenti, S.Ag., M.Ag. sebagai Ketua PA Temanggung (sebelumnya Wakil Ketua PA Temanggung) menggantikan Wachid Baihaqi, S.H.I., M.H., yang mutasi sebagai Wakil Ketua PA Banjarnegara;
  24. Hasbullah Wahyudin, S.H.I. sebagai Ketua PA Magelang (sebelumnya Wakil Ketua PA Klabahi) menggantikan Dr. Nurhasan, S.H.I., M.E., yang mutasi sebagai Wakil Ketua PA Cirebon;

Dalam sambutannya, Ketua PTA Semarang selain mengucapkan selamat dan mengharapkan Ketua Pengadilan Agama yang baru dapat menambah semangat dan meningkatkan kinerja di satker masing-masing, juga menyatakan bahwa dari ke 24 Ketua Pengadilan Agama yang dilantik tersebut terdapat 8 (delapan) orang diantaranya atau 1/3 (30% lebih) adalah perempuan. Prosentase dalam sampel kecil ini menunjukkan bahwa komitmen Pimpinan Mahkamah Agung dalam mendukung reformasi peradilan yang inklusif dan berorientasi kesetaraan dengan senantiasa meningkatkan keterwakilan perempuan di level pimpinan Peradilan Agama bukan sekedar rencana tanpa aksi. Disamping itu hal tersebut juga membuktikan bahwa ketegasan dan keberanian bukan hanya milik laki-laki, karena fakta telah menunjukan, bahwa banyak di antara hakim perempuan yang mampu menjadi garda terdepan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan, sekaligus melahirkan putusan-putusan yang progresif dan visioner. Walaupun menurut data statistik keterwakilan perempuan dalam jabatan hakim di Indonesia saat ini baru 29%. Sementara di Australia sebagaimana dipaparkan Deputy Chief Justice of Australia, Suzanne Christie, saat Kunjungan Kerja Program Woman in Leadership di Melbourne Australia (dimana Ketua PTA Semarang menjadi salah satu pesertanya) pada tanggal 18 s/d 19 Mei lalu, keterwakilan perempuan disana sudah mencapai 53% pada tahun 2026 ini.

Ketua PTA Semarang berharap seberapa pun jumlah hakim perempuan yang ada para hakim perempuan juga harus turut berperan aktif dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas para hakim, khususnya hakim perempuan untuk mencetak pemimpin-pemimpin di masa depan yang akan menduduki jabatan-jabatan strategis di Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya, karena kehadiran hakim perempuan terutama di peradilan agama sangat krusial dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih empatik terhadap kasus-kasus sensitif seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hak asuh anak, dan nafkah pasca-perceraian, di mana perempuan sering kali menjadi pihak yang rentan.

Khusus kepada Ketua PA yang mutasi dan promosi, Ketua PTA Semarang mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi sumbangsih tenaga, pikiran dan juga finansial dari ketua PA yang saat ini pindah tugas baik mutasi atau promosi serta mendoakan semoga beliau-beliau yang mutasi dan promosi ini dapat mencurahkan semua potensinya lebih baik lagi di kantor yang baru. Tidak lupa permohonan maaf juga disampaikan Ketua PTA Semarang jika selama bekerja sama, terdapat kesalahan dan perbuatan serta kata-kata yang kurang berkenan.

Dalam Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 83/KMA/SK.KP4.1.3/V/2026 tentang Promosi dan Mutasi Hakim Pada Lingkungan Peradilan Agama tanggal 4 Mei 2026 terdapat 84 (delapan puluh empat) orang Pejabat Negara yang mutasi dan promosi, yang keluar maupun tetap berada dalam wilayah PTA Semarang. Diantaranya 3 (tiga) orang Hakim Tinggi yang mutasi keluar, 14 (empat belas) orang Ketua dan 14 (empat belas) orang Hakim Senior yang promosi sebagai Hakim Tinggi di berbagai wilayah PTA se Indonesia, 32 (tiga puluh dua) orang Ketua dan Wakil Ketua yang promosi dan mutasi, serta 22 (dua puluh dua) orang hakim yang mutasi dan promosi. (f&n)

Scroll to Top