Putusan Majelis Kehormatan
Pengadilan Tinggi Agama Semarang
Majelis Kehormatan Hakim (MKH) merupakan organ yang berwenang memeriksa dan memutus dugaan pelanggaran kode etik serta pedoman perilaku hakim. Di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Semarang, putusan MKH menjadi instrumen penting dalam menjaga marwah peradilan agama, sekaligus memastikan bahwa setiap hakim menjalankan tugas dengan integritas, profesionalitas, dan berlandaskan prinsip keadilan.
Putusan MKH memiliki peran strategis, antara lain:
- Menegakkan kode etik hakim sebagai pedoman moral dan perilaku dalam menjalankan tugas yudisial.
- Memberikan sanksi disiplin terhadap hakim yang terbukti melakukan pelanggaran, sesuai tingkat kesalahan.
- Menjadi sarana pembinaan agar hakim senantiasa menjaga kehormatan, keluhuran martabat, dan kepercayaan publik.
- Mewujudkan akuntabilitas peradilan dengan menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak secara transparan dan objektif.
Dengan adanya putusan MKH, Pengadilan Tinggi Agama Semarang menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas lembaga peradilan agama. Putusan tersebut bukan hanya bentuk penegakan disiplin, tetapi juga wujud tanggung jawab moral lembaga dalam memastikan bahwa hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman tetap berada dalam koridor hukum, etika, dan keadilan.
| No. | Tahun | Nama | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1. | 2015 | NIHIL | Tidak Adanya Hakim Pengadilan Tinggi Agama Semarang yang diajukan ke Majelis Kehormatan Hakim (NIHIL) |
| 2. | 2016 | NIHIL | |
| 3. | 2017 | NIHIL | |
| 4. | 2018 | NIHIL | |
| 5. | 2019 | NIHIL | |
| 6. | 2020 | NIHIL | |
| 7. | 2021 | NIHIL | |
| 8. | 2022 | NIHIL | |
| 9. | 2023 | NIHIL | |
| 10. | 2024 | NIHIL |
