Jumat, 3 Juli 2026 , Selamat Siang!

PERINGATAN TAHUN BARU MILADIYAH PENUH HURA-HURA PERINGATAN TAHUN BARU HIJRIAH PENUH DOA-DOA

Semarang|pta-semarang.go.id (26/06/2026)

Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada Jum’at 26 Juni 2026 memperingati pergantian tahun 1447 Hijriah / awal tahun 1448 Hijriah di Masjid Kiai Mojo, masjid kebanggaan warga Peradilan Agama Jawa Tengah yang berada di lingkungan rumah dinas pimpinan PTA Semarang. Peringatan tahun baru Islam ini diisi dengan kegiatan pemberian santunan / zakat kepada santri TPQ yang berhak menerima, tausiyah dan doa bersama. Hadir pada peringatan tahun baru Islam yang bertemakan “Perkuat Kinerja dan Integritas Melalui Semangat Hijrah” adalah Pimpinan PTA Semarang, Hakim Tinggi, Ketua PA se Jawa Tengah, Panitera dan Sekretaris PTA Semarang dan PA se Jawa Tengah, orang tua santri TPQ Kiai Mojo serta santrinya  dan seluruh aparat PTA Semarang.

Rangkaian acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al Qur’an oleh Ananda Ilham yang membacakan ayat Al Hasyr ayat 18 – 20 yang memberikan pesan panduan komprehensif tentang muhasabah diri (introspeksi), peringatan untuk mempersiapkan bekal akhirat, serta penegasan bahwa orang yang taat dan ingkar tidaklah sama.

Drs H. Abdul Razaq, M.H., Hakim Tinggi PTA Semarang selaku Ketua Ta’mir Masjid Kiai Mojo menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan dan kegiatan Masjid Kiai Mojo yang merupakan infaq dari seluruh aparatur peradilan agama di Jawa Tengah. Khusus untuk Ketua PA terdapat infaq untuk operasional TPQ sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) yang hingga kini sudah mempunyai 74 (tujuh puluh empat) orang santri serta dalam pengembangan mulai menerima santri dewasa, semuanya digratiskan bagi santrinya. Untuk jamaah pengajian ibu-ibu pesertanya sudah di atas 60 (enam puluh) orang jamaah dengan narasumber Hakim Tinggi dan pegawai PTA Semarang yang diselenggarakan setiap Selasa ba’da sholat Ashar.

Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H., Ketua PTA Semarang mengawali sambutannya menyampaikan bahwa peringatan 1 Muharam ini tidak sekedar dimaknai memperingati pergantian kalender Hijriah tapi hendaknya dijadikan momentum ini untuk hijrah/semangat perubahan menuju kebaikan dan bermuhasabah/instropeksi diri. Ketua PTA Mengajak semua aparatur peradilan agama di Jawa Tengah untuk menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad S.A.W. sebagai inspirasi untuk berhijrah dari kebiasaan yang kurang baik menjadi pribadi-pribadi yang lebih bermanfaat, menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Juga mengajak untuk terus memperbanyak amalan, seperti berbagi kasih dengan anak yatim dan kaum dhuafa. Beberapa hal penting lainnya yang disampaikan Ketua PTA Semarang diantaranya agar para Pimpinan, Hakim serta aparatur yang baru masuk di Jawa Tengah segera melakukan adaptasi dengan lingkungan yang baru salah satunya berkaitan dengan penyaluran zakat dan infaq agar dibentuk Unit Pengelola Zakat di masing-masing satker sebagaimana PTA Semarang sudah membentuknya sebagai sarana untuk mempermudah penyaluran zakat.

Sebagai puncak acara, yaitu tausiyah dan doa bersama oleh ustadz Dr. Fakhrur Rozi, M.Ag., dosen Fakultas Da’wah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang yang menyampaikan tausiyahnya secara menarik diantaranya perihal adanya keterkaitan erat antara kalender Jawa dan kalender Hijriah salah satunya dengan diadopsinya nama-nama bulan hijriah ke dalam penanggalan Jawa. Sebagai seorang muslim sebaiknya hafal/setidaknya mengetahui kelender hijriah dikarenakan amalan-amalan dalam agama kita menggunakan kalender hijriah, misalnya puasa Asyura (10 Muharam), puasa Yaumul Bidh (tengah bulan), puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15), puasa Arafah dll. 

Dikemukakan bahwa pada hakekatnya tahun Hijriah dan Miladiyah adalah sama, yaitu berganti tahun maka bertambah umur, apabila kita semakin bertambah umur namun tidak menghijrahkan diri ke yang lebih baik berarti kita tidak menggunakan kemampuan kita dalam berfikir, dimana semakin kita menua maka semakin berkurang kemampuan fisik kita sebagaimana peringatan Allah dalam Surah Yasin: 68 “Barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian-(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?”. Walaupun hakekatnya sama namun kita sering memaknai berbeda dimana pergantian tahun Miladiyah penuh dengan hura-hura namun pergantian tahun Hijriah penuh dengan doa-doa.

Berkaitan dengan menurunnya kemampuan fisik ini, ustadz Fakhrur Rozi juga mengingatkan tentang dua kenikmatan besar yang sering dilupakan oleh manusia, sebagaimana bunyi hadis yang artinya: “Ada dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia: kesehatan  dan waktu luang.” (HR. Bukhari). Kesehatan (Ash-Shihhah) merupakan nikmat yang sangat besar namun baru disadari saat kita sedang sakit. Kesempatan (Al-Faragh) yang paling baik bagi kita adalah Allah menakdirkan kita sebagai ASN, maka harus kita syukuri tanpa mengeluh karena apa yang kita keluhkan sebagai ASN merupakan impian bagi banyak orang, maka harus kita manfaatkan sebaik-baiknya mumpung masih ada gaji yang bisa kita manfaatkan untuk berbuat kebaikan. Maka agar diperhatikan peringatan Nabi Muhammad S.A.W, dalam hadis yang artinya “Sungguh akan datang suatu zaman dimana ada seorang laki-laki yangberkeliling menawarkan sedekah berupa emas namun ia tidak menndapatkan seorang punyang sudi mengambilnya”.

Sebelum mengakhiri tausiyahnya dengan memimpin doa bersama, Ustadz Fahrur Rozi mengingatkan kita sebagai ASN bahwa kita itu seakan cecak yang ditempatkan Allah di sebuah gedung, dimana cecak itu merayap sedangkan makanannya adalah nyamuk yang terbang. Cecak yakin bahwa rejeki itu sudah tertakar, tidak bakal tertukar, kewajiban kita adalah ikhtiar hasilnya syukur dan sabar. Maka terdapat lagu “cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, datang seekor nyamuk, hap!, lalu ditangkap”. Cicak tidak pernah jatuh gara-gara menangkap nyamuk demikian pula kita sebagai ASN asal “on the track” insyaAllah selamat sampai pensiun.

Setelah satu jam penuh tausiyah oleh Dr. Fakhrur Rozi, M.Ag., peringatan tahun baru Islam yang diselenggarakan oleh panitia yang dikomandani Drs. Zaenal Arifin, S.H., M.H. dan Drs. Saifuddin, M.H., Hakim Tinggi PTA Semarang berlangsung dengan sukses dan semakin meriah dengan tampilan vocal group PTA Semarang Voice yang melantunkan lagu-lagu rohani dan sholawat atas Nabi. (f&n).

Scroll to Top