logo webpta

Written by Super User on . Hits: 575

Assalamu’alaikum wrwb.

Alhamdulillah wa syukurillah walahaula wala quwwata illa billah, amma ba’du

Yang saya hormati bapak Sekretaris Dirjen, Bapak Direktur Tenaga Tehnis, Ibu Direktur Admin, Bapak dan Ibu seluruh Indonesia, disamping kiri saya ada Hakim Tinggi Pengawas dari Agama yang kami undang untuk menyaksikan pelaksanaan silaturahmi awal tahun seluruh Indonesia.

Badilag, Badan  Peradilan Agama,  disini ada 3 (tiga) 2 Hakim Tinggi Agama Pengawas, ada auditor juga di tengah kita hadir, alhamdulillaah. Begitu perhatiannya teman-teman dari Bawas, hadir diundang untuk menyaksikan pelaksanaan silaturahmi seluruh Indonesia, Badan Peradilan Agama.

Kemudian yang saya hormati Ketua Pengadilan Tinggi, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi, Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia

Yang saya hormati Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tingkat Pengadilan Agama dan Panitera. Sekretarsi Pengadilan Agama seluruh Indonesia, Pejabat Struktura, Panmud, Kasubag, kemudian Jurusita, Staf, hadirin yang saya hormati.

Alhamdullillah mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT dimana kita diberi kekuatan dan kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul melalui virtual di seluruh Indonesia.

Kita berkumpul hari ini untuk melakukan evaluasi pekerjaan kita tahun 2020 dan bagaimana strategi kita ke depan tahun 2021 dalam rangka mempertahankan prestasi yang telah kita ukir pada tahun 2021.

Prestasi Badilag luar biasa, luar biasa, Pimpinan Mahkamah Agung memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badilag, tentang inovasi-inovasi yang menjadikan sumber inspirasi / role model bagi yang lain.

Oleh sebab itu, pertama, saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu Ketua Pengadilan, Pimpinan Pengadilan Tingkat Banding, maupun Tingkat Pertama di lingkungan Peradilan Agama yang telah mengorganisir memimpin organisasi Pengadilan Agama sehingga mengukir prestasi, berbagai macam prestasi, yang kita dapatkan.

Kedua, tahun 2020 merupakan tahun tantangan bagi kita, bagi seluruh institusi baik di Negara RI maupun seluruh Indonesia, tantangan yang luar biasa karena adanya covid19 tetapi lingkungan peradilan, covid 19 bukan menjadikan satu tantangan, tetapi covid19 memberikan inspirasi, semangat, tingkat kecerdasan dan inovasi bagi lingkungan Peradilan Agama untuk berkarya, berinisiatif membuat suatu aplikasi-aplikasi sebagai tantangan dari covid19 ini.

Beberapa aplikasi nanti akan saya uraikan kepada bapak dan ibu, oleh sebab itu sebelum saya uraikan satu persatu tentang apa yang kita capai saya memberikan pesan kepada bapak dan ibu.

Alhamdulillah yang seperti saya katakan, covid 19 ini menjadi, membuat inspirasi bagi kita, kedua, saya minta kepada bapak dan ibu untuk saling menjaga kesehatan, karena covid19 ini masih ada di lingkungan kita, oleh sebab itu kami di Badilag, banyak teman-teman baik hakim maupun panitera, staf, pejabat structural, baik yang kena covid maupun yang gugur dalam pelaksanaan tugas kedinasan karena kena covid di seluruh Indonesia, oleh sebab itu berangkat dari hal tersebut kita harus hati-hati mengambil langkah yang tepat sesuai surat Plt. Sekma yang saya keluarkan, apabila terjadi positif covid di pengadilan untuk cepat mengambil langkah untuk lockdown, kemudian disemprot untuk satu dua hari, jangan sampai penyakit atau virus ini menyebar kemana-mana kepada kita semua.

Oleh sebab itu saya minta kepada Ketua Pengadilan, baik di Tingkat Banding maupun Tingkat Pertama untuk mengambil langkah cepat apabila ada teman kita di pengadilan yang positif covid. Kita berdoa bersama-sama semoga lingkungan Peradilan Agama dijauhkan dari virus corona ini, covid 19 ini, dan kita diberi kekuatan dan kesehatan oleh Allah SWT untuk menjalankan tugas pekerjaan kita ini dengan baik.

Bapak dan ibu yang saya hormati

Saya memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Bapak dan ibu seluruh Indonesia yang telah bekerja keras, kerja cerdas dan ikhlas, dalam rangka membangun Peradilan Agama ini. Untuk membangun Peradilan Agama, meningkatkan derajat Peradilan Agama dan menjadikan inspirasi bagi Peradilan yang lain.

Pertama, Bapak dan ibu yang saya hormati, pada bulan Januari, persiapan keberangkatan peserta diklat ekonomi syariah di Riyadh, kita sudah lakukan tes, ada 118 peserta kita tes untuk kita kirim ke Riyadh-Arab Saudi dalam rangka meningkatkan SDM Hakim. Alhamdulillah dari 118 peserta itu ada 40 peserta yang dinilai lulus untuk mengikuti pendidikan di Riyad-Arab Saudi.

Bapak dan Ibu yang saya hormati

Kita bangkitkan kerjasama dengan Arab Saudi dsalam rangka meningkatkan kualitas SDM Hakim. Kerjasama ini tidak mudah bapak dan ibu, kita membangun, mencoba melakukan suatu pendekatan kepada Duta Besar Arab Saudi. Beberapa kali saya dan esselon dua yang ada di Badilag, Pak Sekretaris, Pak Direktur, Ibu Direktur, melakukan anjangsana, silaturahmi untuk menyampaikan suatu keinginan kita untuk melanjutkan program peningkatan SDM. Alhamdulillah Duta Besar Arab Saudi menerima dengan baik, mengatakan, bahwa saya akan membantu untuk berkomunikasi dengan negara Beliau, pemerintahan Beliau untuk melakukan kelanjutan pendidikan tentang peningkatan SDM di Riyadh.

Alhamdulillah mereka datang ke Badilag, dilakukan tes di Badilag, sekarang ada suatu perubahan melakukan tes, dulu di Universitas Libya, sekarang di Badilag supaya dia merasakan pelayanan kita, katanya pendekatan secara emosional sehingga mudah-mudahan dengan cara yang kita lakukan ini, mereka punya perasaan kedekatan dengan kita, Alhamdulillah karena covid lagi, pengiriman 40 SDM Hakim yang sudah di tes dan lulus terhalang karena covid19.

Begitupun kita kerjasama dengan Qatar, ada 15 orang hakim yang harus kita kirim belajar ke Qatar, karena covid juga menjadi halangan pelaksanaan pendidikan SDM ini.

Kita mencoba suatu pendekatan di Negara Arab Saudi, Negara Timur Tengah, ada 7 (tujuh) Negara Timur Tengah yang memberikan apresiasi kepada Badan Peradilan Agama untuk melakukan kerjasama. Ke depan mudah-mudahan covid 19 ini berakhir dengan cepat kita akan melanjutkan program tersebut.

Kedua, pada tanggal 22 Januari 2020 dialog internasional aplikasi gugatan mandiri dan optimalisasi basis data kemiskinan untuk pembebasan biaya perkara. Aplikasi gugatan mandiri ini, bapak dan ibu, Badilag mengambil inisiatif bekerjasama dengan IPG2 dengan Family Court of Australia, kami melakukan kerjasama untuk membangun aplikasi gugatan mandiri. Aplikasi gugatan mandiri ini sudah kita implementasikan di PA.

Bapak dan ibu yang saya hormati

Kepala Badan Pengawas waktu bersama saya ke Palembang kemarin, baru dia tahu bahwa ada aplikasi gugatan mandiri. Saya jelaskan disitu, dia mengatakan secara tulus, luar biasa Badilag menciptakan aplikasi gugatan mandiri,

Gugatan mandiri ini, pertama bapak dan ibu, ilustrasi, sebagai reasoning kita berpikir bahwa kita secara tidak langsung memaksa masyarakat kita untuk tahu teknologi informasi, kedua, setelah ia tahu dia juga akan membaca isi yang ada di dalam aplikasi itu yang berkaitan dengan hukum, berarti kita memaksa dia dengan mandiri untuk mengetahui suatu hukum yang berkaitan dengan satu problem pribadinya. Ketiga, bapak dan ibu, kita mencoba membawa masyakrakat kita untuk mandiri, untuk menyelesaikan problem hukum yang berkaitan dengan dirinya. Karena aplikasi gugatan mandiri ini tidak diperlukan lagi pengacara dan posbakum. Karena disitu sudah ada beberapa formulir atau formulir-formulir yang berkaitan dengan problem hukum dalam masyarakat sudah ada, tinggal dia memilih dengan yang berkaitan, dia hanya tanda tangan saja.

Oleh sebab itu aplikasi ini Pimpinan Pengadilan seluruh Indonesia baik Tingkat Pertama maupun Tingkat Banding untuk benar-benar diterapkan dnegan baik, Karena kita membawa masyarakat kita mengetahui dinamika teknologi informasi dan kemandirian dalam rangka menyelesaikan problem hukumnya tanpa dibantu pengacara maupun oleh posbakum.

Disini ada dua aspek yang perlu kita renungkan, mayarakat kita tidak perlu lagi mengeluarkan cost membayar pengacara, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya membayar posbakum. Meminimalkan ekonomi masyarakat kita. Kita tahu bapak dan ibu, bapak yang paling dekat dengan masyarakat, yang berkaitan dengan Pengadilan Agama adalah masyarakat yang sedang ke bawah, oleh sebab itu orientasi inovasi adalah bagaimana memberikan pelayanan yang memudahkan, yang mengurangi cost bagi masyarakat tingkat kecil itu. Ini yang kita lakukan selama ini.

Kemudian untuk mendukung satu analisis yang saya sampaikan tadi kita menciptakan aplikasi data kemiskinan untuk pembebasan biaya perkara. Data kemiskinan TNP2K, TNP2K ini kita lakukan kerjasama dengan institusi diluar dari Mahkamah Agung. Kerjasama ini, tidak mudah bapak dan ibu, tidak mudah, memerlukan kemampuan berdiplomasi, melakukan satu hubungan, meyakinkan sesorang yang menjadi obyek kita ajak kerjasama. Bagaimana strategi berdiplomasinya, itu memerlukan kejelian, kemampuan tersendiri, kita ngajak Depsos, TNP2K ini dibawah langsung kepemimpinannya dibawah Presiden RI. Ada sub dari total system organinsasi di Depsos yang langsung berkaitan dengan presiden mengenai data kemiskinan.

Apa tujuannya kita membuat aplikasi TNP2K ini? Lagi-lagi kita mencoba memberikan efektifitas dan efisiensi bagi masyarakat pencari keadilan, tidak perlu lagi dia datang ke RT, RW dan Lurah. Bagimana waktu dia, bagaimana transport masyarakat orang miskin  ini, kita bebaskan dia berhadapan dengan RT, RW, Lurah. Birokrasi kita berhadapan dengan RT, RW, Lurah kemungkinan ada pelicinnya untuk mempercepat surat keterangan. Kita bebaskan, waktu tidak tersita, waktu bisa dia manfaatkan dengan baik, cukup dia datang ke pengadilan, membawa KTP dengan memperlihatkan NIK, bahwa seseorang ini dibebaskan dari biaya perkara karena dibawah garis kemiskinan.

Oleh sebab itu bapak dan ibu, saya harapkan aplikasi TNP2K ini harus dijalankan dengan baik, karena ini memudahkan masyarakat untuk pencari keadilan memberikan efektifitas efisiensi baik waktu maupun  keuangan.

2 (dua) aplikasi ini yang kita bangun tidak main-main, memerlukan waktu dan biaya, diplomasi, pendekatan dengan baik. Dua aplikasi ini, aplikasi TNP2K, aplikasi gugatan mandiri harus dan wajib diterapkan karena kita membela kepentingan masyarakat kecil.

Pada tanggal 27 Januari 2020, pencanangan Zona Integritas Badilag. Badilag tidak mau kalah dengan teman-teman di daerah, Badilag sebagai motor penggerak organisasi seluruh Indonesia harus memberi contoh. Saya tidak boleh ngomong saja tetapi harus dibuktikan, bahwa saudara, saya yang ngomong untuk menggerakkan organisasi seluruh Indonesia, baik Tingkat Banding maupun Tingkat Pertama untuk meraih WBK tetapi Badilag tidak bergerak untuk meraih itu, hanya ngomong kosong saja. Oleh sebab itu Badilag bergerak cepat untuk mengambil langkah bagaimana kita memberi contoh yang terbaik kepada seluruh Pengadilan Agama, menjadi inspirasi semangat, untuk menggerakkan PA seluruh Indonesia.

Saya bersyukur kepada Allah SWT  Badilag satu-satunya esselon 1 di Mahkamah Agung yang mendapatkan WBK dan berani maju tanpa mundur. Alhamdulillah Allah mengiringi perjuangan Badilag sampai titik akhir, dan memberikan restu untuk mendapatkan label WBK, Wilayah Bebas Korupsi.

Kemudian dengan inspirasi dari Badilag saya bersyukur kepada Allah SWT, teman-teman di daerah menjadi luar biasa semagatnya, kita mendapatkan 51 WBK seluruh Indonesia, pengadilan yang lain setengahnya. Ini menunjukkan Bapak dan Ibu di daerah adalah orang-orang yang semangat yang luar biasa, mempunya pemikiran yang cerdas, mempunyai keinginan membangun Peradilan Agama, derajat Peradilan Agama yang tinggi. Oleh sebab itu pertahankan semangat ini, jangan mundur sedikitpun.

Tahun depan bagi yang gagal, tidak ada lagi kegagalan di tahun depan.  Saya minta supaya semangat, mulai bulan Januari evaluasi kegagalan itu. Orang yang cerdas, leadership yang kuat, orang yang mampu evaluasi suatu kelemahan, dimana letak kelemahan disitu harus dievaluasi. Apabila seseorang mengulangi suatu kegagalan berarti orang tersebut tidak pantas menjadi seorang pemimpin, memimpin suatu unit organisasi dalam rangka berjuang meraih sesuatu, dalam rangka mengimplementasikan keinginan pemerintah menjadi WBK. Jadikan kegagalan itu adalah peluang yang tertunda. Keberhasilan yang tertunda, tetapi jangan jadikan kegagalan itu untuk menjadi kegagalan. Itu menunjukkan kita sebagai seorang leader pimpinan yang tidak mampu mengevaluasi suatu kelemahan. Saya minta kepada semua Pengadilan Agama bergerak cepat melakukan evaluasi terhadap kelemahan-kelemahan tersebut.

Kemudian yang belum bangkit, yang belum ikut WBK, sekarang harus ikut WBK semua, tidak ada Pengadilan Agama yang tidak ikut, tidak ada alasan, kita berjuang, kita lakukan perjuangan, keberhasilan nanti ditentukan oleh terakhir. Yang penting kita ada inisiatif melakukan perjuangan untuk membawa derajat Badilag menjadi tinggi. Lakukan, saya instruksikan untuk melakukan seluruh Indonesia tidak ada Pengadilan Agama yang tidak ikut lomba di tahun depan, kegagalan nanti kita lihat setelah dilakukan evaluasi oleh para penguji. Baru kita lihat dimana letak kegagalan tetapi jangan tidak mau bangkit, tidak mau ikut, itu menunjukkan mental yang kurang bagus.

Kemudian pada tanggal 30 Januari 2020 kita launching aplikasi gugatan mandiri, aplikasi validasi akta cerai. Gugatan mandiri sudah saya uraikan panjang lebar, kemudian aplikasi validasi akta carai. Akta cerai sudah ada di depan bapak ibu, bagaimana inovasi badilag. Di Negara RI ini hanya ada 2 (dua) institusi menggunakan dua aplikasi itu, adalah Sekretaris Negara karena disana ada dokumen kenegaraan, kerahasiaan Negara adalah di Sekretaris Negara, baru Badilag. Satu sub system dari total sub system organisasi Mahkamah Agung yang mampu mendapatkan suatu teknologi yang luar biasa untuk diterapkan di dalam aplikasi AC.

Apa yang menjadi ilustrasi bagi Badilag? Kenapa Badilag mau melangkah lebih maju? Karena banyaknya pemalsuan AC ini dimana-mana dipalsukan. Pemalsuan AC ini membawa efek luar biasa tentang hukum, tentang kemanuasiaan. Tentang hukum kemanusiaan yang menjadi landasan berpikir bagi Badilag bagaimana Badilag mengatasi permasalahan ini. Yang sudah puluhan tahun permasalahan ini tidak terselesaikan. Oleh sebab itu Badilag mengambil langkah cepat. Bagaimana mengamankan kebenaran hukum dan kemanusiaan,

Pertama, saya ilustrasikan tentang hukum apabila orang memalsukan AC ini berarti ada kelemahan control dan hukum ada di Indonesia. Kemudian kemanusiaan, terjadi adanya perceraian yang didasarkan pada kepalsuan, efek kemanusiaannya keterlantaran ibu dan anak. Ini yang tidak mau Badilag maka bergerak cepat cepat. Oleh sebab itu, gunakan aplikasi itu. Aplikasi AC itu. Dan diberitahukan kepada masyarakat, lakukan koordinasi dengan KUA. Kalau KUA mau menikahkan seseorang dengan mebawa AC, KUA dapat melihat melalui HP  KPA yang terdepan agar melakukan koordinasi, berikan surat apabila ada orang mengajukan, membawa AC bapak dan ibu bisa melihat melalui HP bahwa AC itu palsu atau tidak ada dirjen Peradilan Agama yang ngomong bahwa AC itu adalah AC yang asli.

Diinformasikan, aplikasi ini tidak akan ada gunanya apabila tidak diinformasikan kepada KUA yang menikahkan  orang. Jangan sampai menikahkan orang dengan AC karena ketidak tahuan aplikasi yang kita terapkan di dalam AC itu. Oleh karena itu ambil langkah cepat untuk mengamankan kebijakan kita untuk meminimalkan laki-laki yang kurang bagus itu, laki-laki yang mata keranjang itu, untuk tidak lagi bisa bergerak membohongi wanita, untuk membohongi anak-anaknya.

Kemudian pada tanggal 10 Februari 2020 kunjungan mahasiswa Australia ke Badilag, (Badilag sekarang go International, pada Negara manapun kita laksanakan), ingin mengetahui tentang Badilag ini, kita berikan penjelasan tentang Badilag, kita rapat disini, Mereka memberikan apresiasi tentang kemajuan teknologi. Command Center Badilag satu-satunya yang pertama di Mahkamah Agung yang melakukan go internasional antara benua. Itu Badilag yang pertama di Mahkamah AGung.

Saya waktu ke Australia, bapak dan ibu, disini tidak ada yang menjaga, malam-malam, tetapi bisa kita hidupkan yang disini dari Australia. Kita luar biasa ini, command center. Ketua Mahkamah Agung dua kali ngomong kepada Kepala Biro Umum, Kepala Biro Hukum dan Humas, kenapa command center di Badilag itu bagus, muka saya jelas dilihat, suara saya bagus, anda studi banding di Badilag. Itu yang ngomong Ketua Mahkamah Agung. Kami duduk bertiga, Ketua, Wakil Ketua, saya, pak Ketua ngomong, ini pak Aco ini curi Start PTSP ini, kita baru merancang PTSP pak Aco sudah punya PTSP yang kita resmikan.

Ini kita bangga bapak dan ibu, kita bangga bahwa Badilag dan teman-teman seluruh  Indonesia mengambil inisiatif cepat, forecastingnya cepat, untuk melihat apa yang harus kita kerjakan. Buktinya covid19 ini sudah kita prediksi 6 bulan sebelum dia datang, kita bikin 11 aplikasi. Didalam covid kita bikin 6 aplikasi. Ini luar biasa, tidak ada yang bisa menyaingi Badilag ini. Untuk itu kita berikan applause kepada diri kita masing-masing.

Badilag menjadi inspirasi, menjadi motor penggerak, oleh sebab itu seluruh Indonesia pertahankan ini, jangan mau mundur, kalau ada yang mau mundur, itu pengaruh dari syetan itu, pengarug syetan itu, itu syetan bisa berupa manusia. Bisa berupa benda, iya kan.

Kemudian pada tanggal 12 Pebruari 2020, penandatangan MoU dengan Universitas Gajah Mada. Jadi, bapak dan ibu yang saya hormati, berbagai usaha yang dilakukan Badilag, baik internal maupun eksternal. Kerjasama dengan berbagai universitas, baik Gajah Mada, UIN seluruh Indonesia.

Bapak dan ibu ada piala Badilag yang direbutkan oleh mahasiswa UIN seluruh Indonesia yang berdebat tentang sesuatu masalah-masalah yang baru tentang hukum. Setiap tahun Piala Badilag ini diperebutkan. Kita lah salah satu, dari unit esselon I yang mempunyai piala doleh mahasiswa sebagaimasyarakat ilmiah didalam mencari kebenaran hukum masalah yang baru tentang hukum, setiap tahun diperebutkan. Oleh sebab itu kita melakukan MoU dengan berbagai universitas. Kalau UIN juga seluruh Indonesia kita lakukan. Kita melakukan perbantuan kepada hakim untuk memberikan pendidikan hukum ke UIN.

Badilag tidak berhenti disitu, apapun yang menjadi kepentingan masyarakat umum dan perkembangan Islam dan teknologi Informas, Badilag harus hadir memberikan dukungan kepada berbagai universitas. Ini merupakan satu program Badilag, harus hadir di tengah-tengah masyarakat.

10 Maret 2020, penandatangan MoU dengan BRI. Bukan hanya BRI yang kita tandatangani tapi semua bank datang kesini dan sudah kita tandatnagni MoU. Ini mennjukkan  dinamika Badilag ini perlu diperhatikan oleh instansi yang lain, sehingga instansi perbankan, universitas dan institusi-institusi yang lain datang ke Badilag untuk kerjasama. Orang mau datang, mau kerjasama ada yang dicari, ada yang dilihat, ada yang ingin didapatkan. Tidak mungkin orang mau datang kerjasama dengan kita kalau kita nol, tidak ada inovasi, tidak ada keberhasilan, tidak ada hasil yang dicapai. Oleh sebab itu bersyukur, Badilag, berbagai institusi, universitas, Negara-negara sahabat, datang untuk berdialog dengan Badilag. Karena Badilag ada hal yang perlu diambil, yang perlu dipelajari, untuk kepentingan organisasi dia. Tidak mungkin orang mau kerjasama kalau tidak hal yang dicari, oleh sebab itu pertahankan semangat yang ada ini.

Kasih tahu saya apabila ada Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Yang tidak semangat. Pak Dirjen saya tidak semangat, sementara saya minggir dulu, itu senang saya. Kita harus gentleman, jangan menjadi penghalang keberhasilan, untuk pinggirin dulu, bapak keluar dulu sebentar, nanti setelah saya tidak dirjen, masuk lagi.

Waktu kita laptah, tahun 2019, di laptah kita, stand kita, command center kita tidak ada lagi berbicara kepada Ketua PTA, tetapi Ketua Mahkamah Agung masuk di stand kita sudah ada Negara-negara lain yang ingin berkomunikasi melalui tehnologi informasi command center Badilag. Ini kita buktikan waktu tahun 2019 laptah, Ketua Mahkamah AGung berbicara dengan Philipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapur, Australia, seandainya Trump itu tidak 10 jam bedanya, dia lagi tidur disana, Trump juga saya undang untuk berbicara. Tetapi karena dia lagi ngorok, malam, tidak bisa kita bangunin, sebab itu kita menunjukkan selangkah lebih maju dibandingkan dengan yang lain. Kita harus semangat, kita berjalan harus menunjukkan dada kita, tidak boleh lembek memimpin satu organisasi.

Kemudian laptah kita tahun 2019 itu juara stand kita juara 1, pertama keindahannya, isinya penuh dengan tehnologi informasi, diatasnya ada Palappa yang ingin dibangun Badilag. Ada signal. Orang bercita-cita itu perlu. Walau cita-cita untuk bikin Palapa tidak kesampaian tapi sudah ada Palapa di stnd kita. Kita harus bercta-cita setinggi bintang di langit. Badilag harus begitu. Tidak boleh lembek.

Kemudian pada tanggal 17 April 2020, dialog internasional Pengadilan Keluarga di masa Covid. Bapak dan ibu, pada April ini kita masuk Covid, kita coba berinovasi disitu, bagaimana organisasi Peradilan Agama tetap kita pertahankan berjalan dengan baik.  Kami mencoba bertukar fikiran dengan Negara lain melalui command center Badilag, Universitas Mellbourne Australia, Malaysia, bagaimana keadaan penanganan pengadilan di negara-negara itu. Sebagai inspirasi bagi kita untuk menangani pangadilan agama. Kita melakukan dialog secara virtual, pertama kali untuk saling memberikan masukan, untuk saling mengisi, bagaimana strategi didalam melaksanakan organisasi ini dalam keadaan covid 19 yang melanda dunia, bukan saja Indonesia tetapi seluruh dunia, oleh sebab itu kita coba dialog secara virtual melalui command center Badilag. Badilag sekali lagi bukan antara Negara tetapi antara benua, walaupun haeganya Cuma 100 juta tetapi orang yang membangun 3 milyar kalah dengan 100 juta ini. Karena kita terselip disitu doa teman-teman seluruh Indonesia walaupun alatnya sederhana tetapi menjadi inspirasi menjadi contoh bagi yang lain.

Bayangkan Bapak dan Ibu, Ketua Mahkamah Agung, pak Hatta Ali, sampai sekarang memberikan kepercayaan apabila dia melakukan virtual dengan berbagai elemen, itu IT nya Badilag yang diminta kepada saya, telpon, Pak Aco, minta tolong, ITnya Badilag itu muka saya jelas, suara saya jelas, tidak ada efek yang lain, saya minta Badilag aja. Nah ini kepercayaan. Kepercayaan itu tidak timbul seketika melalui waktu oleh sebab itu Ketua Mahkamah Agung yang sekarang, Ketua Mahkamah Agung yang sekarang, sangat memberikan apresiasi yang luar biasa  tentang apa yang kita laksanakan. Ini satu kebanggaan bagi kita semua.

Tanggal 29 April 2020, Purnabhakti KPTA pertama secara virtual, ini bapak dan ibu, saya berfikir ini orang tua kita sudah bekerja 40 tahun apakah kita lepas begitu saja tanpa melihat pundaknya dia pergi? Saya tidak inginkan itu, saya coba berfikir dengan teman-teman di Badilag untuk menciptakan aplikasi virtual, bagaimana cara melepas orang tua kita yang sudah berbakti kepada Badan Peradilan Agama 40 tahun dengan secara hormat dan terhormat dan harus Ketua Mahkamah Agung yang melepasnya secara virtual. Oleh sebab itu kita ciptakan satu teknologi virtual untuk melepaskan dan sekali lagi, pertama dan utama adalah Badilag yang menciptakan itu. Ini luar biasa, inovasi pertama adalah Badilag menjadi contoh bagi yang lain. Kita selalu number one, nomor satu, dalam hal inovasi, berpikir cepat, berpikir tepat,  untuk menjalankan organisasi.

Pelepasan KPTA sudah beberapa kali kita lakukan, dan luar biasa, Pimpinan menyatakan bahwa pelepasan Ketua Pengadilan Tinggi Agama secara virtual memang luar biasa penampilannya, bunganya, ada yang saat Ketua Mahkamah Agung masuk, ada yang menari, keluar ada yang menari, malahan Yogyakarta ada yang berperan sebagai kethek, hanoman, itu luar biasa, itu nanti kalau ada yang wisuda harus tampil dengan benar, saya minta jangan ecek-ecek. Ini sudah dipuji sama Pimpinan Mahkamah Agung, bahwa setiap virtual, pelepasan, wisuda KPTA sangat mewah, sangat luar biasa. Pertahankan itu semua bila ada yang wisuda, jangan biasa, tampilkan dengan baik. Membuktikan bahwa kita satu dan satu kesatuan di dalam segala hal.

Kemudian tanggal 29 April, kuliah virtual Hakim Agung, satu-satu dan pertama kami bikin jadwal untuk seluruh Hakim Agung Agama, untuk memberikan pembinaan secara virtual, tentang hukum, hukum acara, hukum materiil. Bagaimana kita menjadwalkan dalam rangka peningkatan kualitas SDM Hakim, Panitera, Jurusita dan semuanya. Kita jalankan, kita yang pertama lagi yang berinovasi, oleh sebab itu kalau ada kuliah virtual hakim agung saya minta untuk selalu ikut dalam rangka mengembangkan kemampuan profesionalisme kita dalam menjalankan tugas kita sebagai hakim.

Hakim adalah wakil Tuhan, kemudian manusia yang terpilih sebagai khalifah di dunia, karena mewakili suatu pemberian keadilan, adalah Tuhan lah yang memberikan keadilan tetapi manusia adalah yang namanya hakim ini adalah manusia yang terpilih, khalifah di dunia yang terpilih untuk memberikan keadilan. Bukan kepada manusia saja, tetapi seluruh ekosistem yang ada di bumi ini. Bayangkan kalau tidak ada hakim yang menegakkan, orang berlomba-lomba menciptakan satu kerusakan di bumi melalui teknologi informasi. Senjata nuklir, kalu orang membikin satu peluru nuklir bisa menghancurkan ekosistem di bumi. Oleh sebab itu, hukum kepastian keadilan harus hadir di tengah-tengah dunia ini yang membawa adalah hakim sebagai wakil Tuhan, khalifah di bumi yang terpilih, manusia yang terpilih.

Kemudian tanggal 11-14 Mei 2020 terobosan baru Badilag fit and proper test Pimpinan Pengadilan secara virtual. Ini juga yang pertama dan utama. Badilag yang pertama memunculkan fit and proper test secara virtual, diikuti yang lain. Ini kenapa kita harus yang pertama-pertama, karena kita mau berfikir, dan mau dengan adanya tantangan-tantangan tidak membuat kita lembek, tetapi tantangan menjadi peluang kita untuk berinovasi, untuk menciptakan sesuatu supaya organisasi ini berjalan dengan baik.

Sekarang bapak dan ibu Yang saya hormati, manajemen berobah, sekarang menggunakan manajemen resiko, bagaimana kita mengembangkan pemikiran kita sebagai manajemen resiko. Oleh sebab itu perubahan akibat covid ini berbagai aspek yang ada di bumi ini dan di organisasi. Sedang mindset berpikir orang berobah, culture set manusia sudah berobah, akibat covid 19. Covid 19 ini, bukan merupakan, saya tidak mengatakan bahwa ini adalah laknat Tuhan, tetapi ini uji coba Tuhan sejauh mana manusia menggunakan akal pikiran kalau Saya coba dengan covid 19 ini apa dia berkembang atau tidak. Sekarang mindset culture set manusia sudah berubah, menggunakan teknologi informasi, perobahan ini adalah tantangan yang diberikan oleh Allah SWT, untuk manusia segera berobah berpikir menggunakan teknologi informasi.

Umat Islam, Peradilan Agama, jangan terlambat mengambil bagian perobahan, kita harus lebih dulu mengambil bagian perobahan untuk kepentingan kemajuan umat. Oleh sebab itu Badilag sebagai motor penggerak untuk melakukan perobahan cepat untuk mengambil bagian terhadap tantangan Allah SWT. Untuk memberikan kecerdasan dan inovasi dan kemauan yang kuat untuk berobah dan mengambil bagian di dalam satu perobahan ini.

Kemudian, tanggal 19 Juni 2020, Sidak secara on line. Badilag menciptakan inovasi untuk melaksanakan sidak secara on line, cctv on line, ini inovasi yang dilakukan selama covid, Kita harus berbangga, selalu yang pertama, tidak pernah nomor dua, pertama tapi beberapa bulan baru diikut sama orang. Kita selalu maju ke depan, selalu berpikir cepat, Kita sidak on line, sekarangidak ada lagi, bapak dan ibu di daerah setiap hari Kasubag saya, kabag saya, memonitor bapak dan ibu melalui cctv on line. Oleh sebab itu berhati-hatilah memimpin organisasi karena diawasi secara on line oleh Badilag.

Ada surat saya kemarin, ada beberapa pengadilan yang mematikan cctv nya. Saya sudah identifikasi semua Pengadilan Agama yang sengaja mematikan cctvnya. Hidupkan semua cctvnya, biar bisa dikontrol oleh Badilag, harus gentleman, mau memimpin pengadilan harus ada keterbukaan, dikontrol oleh Pemimpinnya. Oleh sebab itu saya sudah bikin surat, ada beberapa Pengadilan Agama yang tidak buka cctvnya, supaya tidak dikontrol oleh Badilag. Setiap hari kita kontrol. Dan saya akan selalu menggunakan ini, cctv dan sidak on line ini. Mudah-mudahan Badan Pengawas mengikuti ini, biar seluruh Indonesia diawasi oleh Badan Pengawas. Saya minta ini kepada Badan Pengawas, ada orang Badan Pengawas di ruangan ini, ada tiga orang ini, minta tolong membantuBadilag mengawasi secara on line, melalui cctv.

Tanggal 2 Juni 2020, Menjajagi kerjasama dengan Kuwait. Tadi sudah kita jajagi kerjasama dengan Arab Saudi, Qatar, ini Kuwait, kita lakukan kerjasama. Kemarin, saya menerima dengan Ketua Mahkamah Agung Duta Besar Iran, mengundang kita Badilag untuk datang ke Iran. Walaupun sekarang Trump masih mengancam Iran. Bapak-bapak datang kesana supaya Trump berpikir untuk menyerang kami.  Kalau Ketua Mahkamah Agung sana Trump mungkin berpikir untuk menyerang Iran, oleh sebab itu Bapak dan Ibu, kita kerjasama dengan Iran ini didalam peningkatan Sumber Daya Manusia, Kuwait, Iran dan 7 negara sahabat kita disana.

Pada tanggal 1 Juli 2020, Kerjasama Beasiswa dengan LPDP. Bapak dan Ibu, kerjasama ini luar biasa, kepada siapapun, yang penting Badilag bisa maju, Sumber Daya Manusia bisa maju. Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan (LPDP) ini, kami sudah melakukan MoU dengan LPDP. Ini suatu inisiatif yang dilakukan oleh Badilag. Saya sebagai Plt, Plt Sekretaris, karena kalau saya tanda tangan atas nama Badilag, ini Badilag terlalu sombong, mau maju sendiri, akhirnya saya ambil alih sebagai Plt., baru tanda tangan. Semua peradilan terbawa. Tapi yang pertama melakukan komunikasi dengan LPDP ini adalah Badilag. Supaya bapak dari Badan Pengawas ini tahu. Kami yang memotorinya, kita kerjasama dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia, oleh sebab itu saya minta apabila ada surat dari Sekretaris Mahkamah Agung dan Badilag untuk ikut serta bapak dan ibu test di LPDP, berlom-lombalah untuk tes, dalam rangka mengambil S2, S3 ke luar negeri, itu siap-siap, bulan depan ini akan dibuka oleh LPDP. Ini supaya tahu motor hubungan ini bergerak adalah Badilag. Karena saya Plt Sekma, saya ambil alih, supaya terbawa semua peradilan, semua unsur yang ada di Mahkamah Agung.

28 Juli 2020, Ketua MA resmikan ruangan PTSP. PTSP On Line, Bank Data, Call Center, Aplikasi Vision, dan CCTV on line. Ini, bapak dan ibu yang saya hormati, saya undang Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung R.I. untuk hadir di Badilag meresmikan PTSP, CCTV On Line, kemudian Call Center dan Bank Data. PTSP Badilag ada Bank Data, Bank Data perkara seluruh Indonesia ada di Bank Data PTSP. Kemudian Call Center ini memudahkan eksternal dan internal untuk telpon, berkomunikasi, tentangberbagai problem hukum, permasalahan apa saja yang berkaitan dengan masyarakat, masyarakat boleh menelpon, kita memberikan pencerahan kepada masyarakat, maupun internal kita berikan pencerahan. Call Center ini sangat berguna dalm memberikan pendidikan kepada masyarakat yang meminta pendapat atau pengarahan tentang problem hukum yang dihadapinya melalui Call Center. Oleh sebab itu bapak dan ibu, internal, gunakan Call Center ini.

Kemudian Vision, Virtualisasi Ijin Secara On Line, pertama adalah Badilag. Oleh sebab itu, gunakan sarana-sarana yang kita ciptakan dalam rangka memudahkan internal dan eksternal. Badilag berpikir terus, walaupun sedang tidur Badilag itu selalu berpikir. Itu anehnya, sehingga menciptakan berbagai inovasi-inovasi baru.

Kemudian CCTV On Line, Call Center, Bank Data, PTSP, kemudian pada tanggal yang sama, Pertemuan Virtual Ketua Mahkamah Agung RI dengan Ketua Family Court of Australia di Badilag. Jadi pak Ketua Mahkamah Agung ngomong sama saya, bisa enggak di Command Center, saya ingin kenalan dengan Ketua Family Court of Australia, karena dia baru. Saya bilang itu bisa pak, dengan Command Center kami ini sudah antar Benua, akhirnya alhamdulillaah dilaksanakan disini, silaturahmi dengan Family Court of Australia, antara benua Australia dan Indonesia. Berjalan lancar dengan Command Center di Badilag yang sederhana ini tapi dipuji oleh Beliau. Ini kebanggan yang luar biasa untuk Badilag. Tidak mudah orang mengeluarkan satu statement, satu penghargaan kepada satu unit kalau dia tidak menganalisis secara baik. Bahwa keutuhan berpikir seseorang itu, baru dia mengeluarkan satu statement penghargaan yang diberikan. Oleh sebab itu kita bangga, bapak dan ibu kita bangga, ada di Badilag kita harus bangga, karena banyak prestasi yang kita ukir dan apresiasi yang luar biasa dari berbagai negara. Kita pernah diberikan apresiasi dari OJK, dari 7 negara, dari DPR, dari Duta-duta besar dll.

Kemudian tanggal 26 Agustus 2020, Webinar Nasional Ekonomi Syariah Bersama Wakil Presiden dan Ketua Mahkamah Agung. Sejarah Mahkamah Agung yang mengundang secara seminar nasional, baru Badilag yang mengundang seminar secara nasional Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebelum saya melakukan seminar, saya anjangsana, saya silaturahmi dengan Wakil Presiden, diterima dengan baik. Satu-satunya Dirjen yang diterima secara baik dan pernah diterima oleh Wakil Presiden adalah Dirjen Badilag. Setengah jam kita berbicara di dalam mengenai perkembangan ekonomi syariah, kita bicara mengenai ada yang menggugat, kita sampaikan, setelah itu saya mencoba berhubungan untuk melakukan seminar, Beliau yang membuka seminar.

Didalam seminar itu bicara tentang ekonomi syariah, malahan Beliau mengatakan, perkembangan ekonomi syariah ini harus diperhatikan benar-benar oleh Badan Peradilan Agama, jangan sampai putusan tentang sengketa ekonomi syariah itu membawa image kurang percaya oleh para pihak. Oleh sebab itu saya minta kepada hakim seluruh Indonesia, untuk belajar dan belajar tentang ekonomi syariah. Malahan Beliau menyampaikan kepailitan syariah akan dibuatkan undang-undang tentang kepailitan.

Ini, bapak dan ibu, harus kita cerdas, jangan sampai menangani perkara ekonomi syariah, kualitas keadilan, kepastian hukumnya rendah, sehingga masyarakat para pencari keadilan tidak mau datang lagi ke Pengadilan Agama, lebih baik ke arbitrase. Kita ada dua lembaga ini, arbitrase dan Peradilan Agama, kalau peradilan agama memberikan putusan yang tidak memberikan keadilan, kepastian, manfaat, pasti orang lari ke lembaga lain, tidak akan datang lagi. Ada arbitrase syariah. Ini menjadi tantangan, kita harus profesional, belajar dan belajar, bagaimana kita menjadi hakim yang profesional, memberikan sesuai dengan azas hukum, keadilan, kepastian dan manfaat, sehingga orang mau datang bersengketa di Peradilan Agama.  

Kemudian didalam tanggal yang sama Peradilan Agama melakukan MoU dengan DSN. Ini yang luar biasa, waktu yang bersamaan ada tiga hal, kita datang Wakil Presiden, yang ngomong tentang Ekonomi Syariah, kemudian DSN kita undang untuk MoU dengan Badilag. Dewan Syariah Nasional (DSN) ini adalah merupakan sumber hukum bagi Bank Indonesia dan OJK. Fatwa-fatwa yang diciptakan oleh DSN menjadi sumber hukum bagi Bank Indonesia dengan OJK. Oleh sebab itu strategi yang luar biasa kita mainkan disini, kerjasama dengan DSN ini luar biasa. Sehingga fatwa-fatwa di DSN ini bisa kita ambil cepat, kita bahas, kita jadikan buku, menjadi pelajaran Hakim seluruh Indonesia. Ini strtegi Badilag, oleh sebab itu manfaatkan MoU ini dengan baik, kerjasama dengan baik, dalam rangka meningkatkan kualitas SDM kita,

Sekarang sudah ada sarana yang diciptakan DSN dengan Badilag, sudah ada buku, sudah ada pendidikan beberapa kali kuliah secara on line. Itu hasil dari MoU, dimanfaatkan dengan baik dalam rangka peningkatan kualitas profesionalitas hakim, oleh sebab itu jaga Peradilan Agama, pikirkan kualitas putusan, jangan putusan yang tidak dapat dipercaya oleh masyarakat, Apalagi yang berkaitan dengan sengketa ekonomi syariah ini kita bersyukur kepada Allah SWT ada aspek diluar sengketa perceraian, perkawinan, ada aspek sengketa ekonomi syariah. Kalau masyarakat percaya tentang sengketa ekonomi syariah (diselesaikan PA) nanti undang-undang kepailitan akan masuk Pengadilan Agama. Oleh sebab itu jaga Peradilan Agama, jaga kualitasnya, jaga kepastian hukumnya, saya minta seluruh Indonesia, kalau mau Peradilan Agama dipercaya, itu dijaga. Bagaimana caranya? Peningkatan kualitas SDM, kuasai hukum tentang ekonomi syariah, dengan profesionalisme, kualitas SDM putusan akan berkualitas, kepercayaan akan timbul, sengketa akan datang ke pengadilan. Karena kita ada dua lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menangani sengketa ini. Kalau kita tidak dipercaya  maka akan lari ke arbitrase.

5 September 2020, Seminar Internasional Posbakum On Line. Bapak dan ibu, kita lakukan seminar tentang posbakum, bersama IPG2 dengan Family Court Australia, dengan Malaysia untuk mendapatkan masukan-masukan, bagaimana pelaksanaan pos bantuan hukum di negara-negara lain sebagai sumber data dan analisis bagi kita dalam rangka mengembangkan posbakum, pos bantuan hukum ini.

Posbakum on line, kita tidak lagi posbakum yang datang secara biasa tetapi kita ciptakan posbakum secara on line. Karena kita tidak bisa menampungnya, lakukan, ada  inovasi yang dibikin oleh Badilag tentang time schedule, waktu kedatangan mereka, terapkan itu. Saya tidak mau, selama saya Dirjen tidak mau melihat umat saya duduk duduk di pinggir jalan, tidak dilayani denganbaik. Oleh sebab itu saya bikin berbagai inovasi untuk menguraikan hal-hal yang demikian ini. Kasihan bapak, kapan lagi kita berbuat baik kepada umat ini. Oleh sebab itu saya tidak ingin melihat itu, sedih saya kalau ke daerah-daerah, kalau ada pasti saya marahin itu Ketua Pengadilan yang tidak mampu mengurai, memberikan martabat, meningkatkan martabat umat Islam itu.

Seminar Internasional tentang Hak-hak Perempuan dan Anak Perceraian di 3 Negara. Kami melakukan seminar masukan, bapak dan ibu, saya didalam hati kecil saya masih menjerit, putusan pasca perceraian putusan yang tidak mempunyai kekuatan hukum, tidak ada daya paksa bagi laki-laki yang menceraikan anak dan istrinya, untuk kepastian menjamin anak dan istrinya, Bagaimana kita mengharapkan generasi Islam memimpin negara ini? Kualitas tidak ada, makannya sembarangan, tidak ada gizi, tidak ada yang menjamin, suami yang menceraikan istrinya tidak lagi melihat anak dan istrinya, apa yang kita harapkan? Oleh sebab itu putusan harus ada kekuatan memaksa dia untuk membayar setiap bulan. Itu 6 bulan saya jadi Dirjen, saya berbicara tentang itu di seminar IPG2, karena ini bukan kewenangan Dirjen untuk mengambil inisiatif untuk membangun ini saya tidak mempunyai kewenangan. Seandainya saya punya kewenangan hati saya menjerit ini. Masa ada putusan yang tidak ada daya paksa untuk suruh bayar laki-laki yang menceraikan anak dan istrinya, anaknya terlantar. Bagaimana ini? Negara-negara lain kayak Australi, kayak Malaysia, waktu saya studi banding di Australia, ada laki-laki yang belum bayar bulan yang lalu, mau ke luar negeri, dia sudah mau masuk di pintu pesawat, dilihat namanya, belum bayar tunjangangan anaknya, dis disuruh keluar. Begitu tegasnya, kita putusan ini ndak ada ini daya paksa, ini segera dipikirkan ini. Segera dipikirkan. Percuma kita  dibayar oleh negara, gaji kita besar, hasil yang kita capai tidak ada kepastian yang kita berikan kepada masyarakat. Kepada Anak-anak, kasihan nanti umat Islam ini, anak-anak kita nanti tidak akan menjadi menteri. Saya lihat sekarang kita terbelakang umat Islam, menguasai bahasa Inggris saja tidak. Oleh sebab itu hati kecil saya menjerit, bagaimana caranya? Seandainya ini kewenangan saya, saya bikin satu bulan jadi, saya paksakan hakim untuk merubah satuu putusan pertimbangan hukumnya. Saya paksa dia, misalnya dia Pegawai Negeri di Mahkamah Agung, kepada Kepala Biro Keuangan Cq Pembayaran Gaji, untuk memotong gajinya 20% dari gaji dia, untuk anaknya, untuk istrinya 10%. Jadi dieksekusi oleh Bendahara Keuangan, kasihan ini ibu-ibu dicerai, tidak ada kesalahannya dicerai karena dia lihat yang cantik lagi. Yang namanya sudah lama bersuami isteri, pasti isterinya sudah tua, kalau sudah tua ya agak jelek lah. Ya itu agar disadarilah itu, karena proses alam, tidak mungkin istri itu selalu cantik. Bapak dan ibu saya sedih benar mengenai putusan ini, coba dipikirkanlah bagaimana caranya.

16 Oktober 2020, Penyusunan Media Informasi Disabilitas di Peradilan Agama, sekarang kita melayani berbagai bentuk manusia, disabilitas kita layani dengan baik, sudah beberapa contoh kita lakukan, ke depan saya minta tolong bagi Pengadilan yang baru dibangun bikin tempat disabilitas, orang-orang yang disabilitas. Kita melayani semua elemen masyarakat, baik masyarakat normal maupun tidak normal, kita layani dengan baik.

Kita sudah mengambil contoh kita lombakan ada tiga PA yang kita lombakan. PA Makassar, Kabupaten Malang, hanya dua. PA Makasaar dan PA Kabupaten Malang agar siap lomba, jangan sampai tidak juara. Kita harus juara, setiap kita lomba harus juara, itu prinsip Badilag itu. Penyusunan Media Informasi Disabilitas di Peradilan Agama harus dijalankan dengam baik.

Kemudian 12 November 2020, Penyusunan Revisi Buku II integrasi Pedoman Administrasi Perkara dan Persidangan secara Elektronik. Buku II sudah kita susun, sudah kita perbaiki, tinggal kita plenokan. InsyaAllah Buku II ini segera mungkin kita laksanakan.

19 November 2020, Penyusunan Usulan Revisi Perma Nomor 3 Tahun 2012 tentang Biaya Proses, sudah kita laksakan.

22 Desember 2020, Dirjen Badilag dan 51 Pengadilan di Lingkungan Peradilan Agama memperoleh Predikat WBK dan WBBM. Yang sudah saya sampaikan, kita bersyukur kita meraih 51 PA dengan 1 Dirjen. Ketua Mahkamah Agung mengatakan satu-satunya esselon I yang WBK adalah Badilag. Ini satu kebanggaan.

Bapak dan Ibu yang saya hormati, apa yang saya uraikan tadi dicerna dengan baik, semangat ini perlu kita pupuk, perlu kita pertahankan, untuk membangun Badan Peradilan Yang Agung sesuai visi dan misi kita. Kita harus siap. Saya minta kepada Ketua, Wakil Ketua, Panitera/ Sekretaris, yang mungkin tidak bisa mengikuti ritme dari program Badan Peradilan Agama, secara ikhlas minta untuk singkir, menyingkirkan diri sendiri sementara, kita membangun Badilag secara cepat dan terlaksana denga baik. Ini prinsip. Ini Prinsip. Kita membangun Badan Peradilan harus nomor satu. Oleh sebab itu untuk yang tidak semangat untuk parkir sementara. Saya cari yang semangat biar bergerak dengan cepat meraih berbagi prestasi yang kita inginkan. Tidak apa-apa, demi kebaikan Badilag. Oleh sebab itu saya minta kepada seluruh Peradilan Agama seluruh Indonesia, pertahankan semangat, jangan kendor, bagi yang belum WBK itu keberhasilan yang tertunda. Evaluasi, laksanakan dengan baik, insyaAllah tahun depan kita raih. Semua Badan Peradilan Agama seluruh Indonesia memperoleh WBK.

Berbicara mengenai program tahun 2021 Bapak dan Ibu, tadi evaluasi  keberhasilan di tahun 2020. Tahun 2021 kita harsu mempertahankan WBK dan memajukan WBBM, kedua, SIPP, Sistem Informasi Penelusuran Perkara, sebagai landasan promosi mutasi, triwulan kinerja menjadi landasan mutasi, oleh sebab itu pertahankan, saya bersyukur kepada Allah SWT, teman-teman saya adalah orang-orang yang bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja secara ikhlas dan tepat. Tidak ada satupun yang berwarna kuning di seluruh Indonesia, adalah warna hijau semua. Berarti prestasi yang luar biasa dipertahankan, berarti pelayanan kepada masyarakat. Itu membuktikan suatu keinginan yang luar biasa. Bapak dan Ibu didepan saya ini secara virtual adalah orang-orang hebat, orang-orang jagoan untuk melayani masyarakat seluruh Indonesia, walaupun tidak ada lagi warna kuning. Saya terimakasih saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak dan Ibu didepan saya yang ikhlas untuk melayani masyarakat. Pertahankan itu dan pertahankan.

Satu, meningkatkan profesionalitas aparatur Pengadilan, aspek yang perlu kta pertahankan adalah kita akan melakukan tetap melakukan fit and proper test Pimpinan Peradilan secara virtual. Promosi mutasi landasannya adalah SIPP dan triwulan kinerja, WBK, yang menang WBK sudah barang tentu akan dipromosikan. Dekourum, kebersihan, pertahankan dekourum, alhamdulillah, saya bangga luar biasa, Pimpinan memberikan apresiasi ruang sidang Peradilan Agama sudah luar biasa malahan sekarang diluar keinginan saya, karpet, kemudian ada monitor, diluar dari pikiran saya itu luar biasa itu di seluruh Indonesia. Bagi yang belum, ati-ati kalau saya turun. Segera. Delourum diperbaiki. Jangan sampai saya turun saya lihat, minta tolong, kita harus bangga, saya mengambil langkah agak keras sedikit demi Peradilan Agama, bukan untuk diri saya. Tidak ada untuk diri saya, Saya dua tahun lagi sudah keluar dari sini. Seandainya tidak dimutasi satu dua hari ke depan. Kerjasama pengembangan SDM ke depan kita laksanakan.

Dua, mewujudkan manajemen Peradilan Agama yang modern, kita kembangkan e-court. Kebijakan MA tentang e-court, e litigasi dijalankan dengan baik, bapak dan ibu. Kita dukung kebijakan. Kebijakan Mahkamah Agung seirama dan sejalan dengan kebijakan Badilag.

Tiga, meningkatkan akses masyarakat terhadap pengadilan. Akses bagi masyarakat rentan, disabilitas, dengan inovasi dan aplikasi. Bangun inovasi, bangun aplikasi, layani disabilitas dengan baik.

Empat, wujudkan akuntabilitas dan transparansi. Zona integritas, WBK/WBBM, kita tetap berusaha ke depan. Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) kita pertahankan APM. Adalah APM berkaitan dengan ZI (Zona Integritas). Peningkatan Kualitas pelayanan kepada Masyarakat harus ditingkatkan, Oleh sebab itu saya minta kepada seluruh jajaran Peradilan Agama tetap semangat, mempertahankan kualitas, mempertahan keberhasilan yang ada hari ini, ukir untuk tahun 2021, kembangkan lagi untuk tahun 2021. Saya menaruh perhatian, menaruh keinginan yang luar biasa kepada bapak dan ibu seluruh Indonesia untuk mempertahankan wibawa Peradilan Agama. Derajat Peradilan Agama kita pertahankan, kita tingkatkan, jangan lemah jangan mundur. Jangan sedikitpun semangatnya turun, bangun Peradilan Agama. Supaya Peradilan Agama dilihat secara keseluruhan oleh orang lain.

Demikian apa yang saya sampaikan. Bapak dan Ibu yang saya hormati, Ketua Pengadilan Tinggi. Kalau rakor Pengadilan Tinggi dilaksanakan setelah Rakor Badilag tanggal 27-29 Januari 2021. Jangan ada rakor sebelum rakor Badilag. Supaya hasil rakor Badilag disosialisasikan ke daerah oleh Bapak dan Ibu.

Demikian bapak dan ibu yang saya hormati. Bicara Covid, bapak dan ibu kita bicara  lagi ini Covid, ini terakhir, saya doakan dari sini Bapak ibu seluruh Indonesia sehat dan sangat menjaga Bapak dan Ibu. Ada lagi covid yang baru ini yang peredarannya melalui udara, diatur, dijaga, jangan sampai Bapak dan ibu kena covid, kalau ada yang kena laksanakan lockdown, semprot, ada anggaran yang diberikan Mahkamah Agung tentang Covid di pengadilan seluruh Indonesia, digunakan dengan baik.

Demikian Bapak dan Ibu, pembinaan ini didengar oleh Bawas ini, malah saya tadi bilang Bawas harus punya aplikasi CCTV on line dengan sidak on line itu. Ambil saja Pak, Peradilan Agama itu rela memberikan untuk orang lain. Cukup ya... saya akan rapim jam 1, saya mempersiapkan rapim sebab saya yang akan memaparkan nanti, tentang laptah laporan tahunan, saya bilang ke pak Ketua, pak Ketua saya bukan Plt Sekma lagi, enggak apa-apa pak, pak Aco lanjut. Berarti saya ambil alih lagi, kemarin saya dipanggil sama pak Ketua, Pak Wakil, Panitera, Sekretaris, dan saya. Pak Ketua mengatakan, gimana laptahnya? Pak Laptah kan saya sudah tidak Plt.  Pak Sekma kan ada, empat minggu ini saya tidak utak utik, Jadi saya sekarang diberi amanat lagi untuk menyelesaikan laporan tahunan sampai berakhir laporan tahunan. Semalam saya rapat sampai setengah dua belas saya kumpulkan, kemarin jam satu sampai sore, malam lanjut ke hotel. Sebelum kemarin kita rapat lagi, saya ambil alih, Demikian, billahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum Wr,Wb.

 

*live streaming 8 Januari 2021

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Semrang

Jl. Hanoman No. 18 Semarang

Krapyak, Kec. Semarang Barat,

Kota Semarang 50146

Jawa Tengah

 

Telp : (024) 7600803

Fax  : (024) 7603866

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

istagram ig pta-semarang

maps1 Lokasi Kantor