• iku
  • KLIK DISINIreviurenstra
  • peraturan
  • 2017-LKJIP
  • Graphic1
  • LK-KORWIL
Cetak

workshop 16 April 2012

Ditulis oleh Widodo on .

WORKSHOP ADMINISTRASI YUSTISIAL

DAN BERITA ACARA PERSIDANGAN  BAGI PEJABAT KEPANITERAAN PNGADILAN AGAMA

SE WILAYAH PENGADILAN TINGGI AGAMA SEMARANG.

 

Semarang PTA Semarang.go.id (17/04/2012)

Masih dalam suasana berkabung atas meninggalnya Kepada Sub Bagian Kepegawaian Pengadilan Tinggi Agama Semarang,Bapak Suyadi,S.H.,MH.

Sebanyak 72 orang Pejabat Kepaniteraan Pengadilan Agama, yang terdiri dari Panitera Muda Hukum dan Panitera Pengganti mengikuti acara peningkatan kemampuan  sumber daya manusia yang diadakan Pengadilan Tinggi Agama Semarang.

{gallery}gallery/kegpaniteraan/admyusti{/gallery}

Acara yang bertajuk Workshop Administrasi Yustisial dan Berita Acara Persidangan bagi Pejabat Kepaniteraan Pengadilan Agama di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang, yang dilaksanakan tangal 16-19 April 2012 di Hotel Puri Garden Semarang,  ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan terhadap administrasi Bindalmin dan kemahiran dalam membuat berita acara persidangan sehingga akhirnya dapat dicapai percepatan dalam penangana perkara.

Cetak

ANAK LAHIR DILUAR NIKAH SECARA HUKUM BERBEDA DENGAN ANAK HASIL ZINA

Ditulis oleh Akbar Syaiful on .

ANAK LAHIR DILUAR NIKAH (SECARA HUKUM)

BERBEDA DENGAN ANAK HASIL ZINA  

Kajian Yuridis Terhadap Putusan MK NO. 46/PUU-VII/2010.

Oleh : Chatib Rasyid  

1. Pengantar

Bismillâhirrahmânirrahîm

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga saya dapat menulis makalah yang berjudul “ Anak Lahir Diluar Nikah Secara Hukum Berbeda Dengan Anak Hasil Zina.“ Judul ini dipilih karena alasan praktis saja. Artinya, pemahaman yang keliru terhadap putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 terutama terhadap kalimat “ anak yang dilahirkan di luar perkawinan ” membawa kepada perdebatan panjang.

Tulisan ini disajikan sebagai sumbangan pikiran, terhadap pemahaman atas Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 di tinjau dari segi yuridis, karena memang yang diuji materi itu materi hukumnya, bukan materi lainnya.

Harapan penulis mudah-mudahan tulisan ini menjadi salah satu bahan pemikiran dan analisis yang benar, bantuan dari para pemikir yang brilliant secara arif dapat memperkaya hazanah keilmuan dibidang hukum, penulis tidak mengharapkan para pembaca untuk mengosongkan pikiran, karena dikhawatirkan jika kenyakinan kita dikosongkan akibatnya tidak dapat membedakan antara yang halal dengan yang haram, tidak dapat membedakan antara sah dengan tidak sah, sehingga dunia ini menjadi rata semuanya, yang pada gilirannya yang benar dan yang salah juga sama saja dan ini berbahaya.

Penulis menyadari, tiada gading yang tak retak, maka kritik dan saran membangun dari pembaca menjadi harapan penulis. Semoga Allah SWT meridhai kita. Âmîn.

 

Untuk membaca lebih lengkap makalah ini silahkan klik link ANAK LAHIR DILUAR NIKAH SECARA HUKUM BERBEDA DENGAN ANAK HASIL ZINA (edisi revisi)

elektronik sigara
center