• iku
  • KLIK DISINIreviurenstra
  • peraturan
  • 2017-LKJIP
  • Graphic1
  • LK-KORWIL
Cetak

Ketua PTA Semarang Pada Seminar di BKOW Jateng

Ditulis oleh eko on .

“ KEBABLASAN ANAK (HASIL) ZINA DIMASUKKAN SEBAGAI ANAK SAH “

 

{gallery}gallery/bkow{/gallery}

Semarang׀ pta-semarang.go.id (30/4/12)

Drs. H. Chatib Rasyid, SH.MH., Ketua PTA Semarang menyatakan bahwa merupakan hal yang kebablasan (melampaui batas) bila anak dari hasil hubungan zina (hubungan suami istri yang dilakukan tanpa adanya perkawinan) dimasukkan sebagai anak yang sah. Hal tersebut diungkapkan Chatib Rasyid saat menjadi salah satu nara sumber dalam seminar sehari yang diadakan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Propinsi Jawa Tengah. Acara yang bertajuk “Kebijakan Pemerintah Jawa Tengah Terhadap Fenomena Bermacam Perkawinan di Luar Undang-Undang Perkawinan di Indonesia” bertempat di Gedung Wanita Lt. II ini diikuti oleh 100 orang perserta utusan dari anggota BKOW se Jawa Tengah yang tentunya semua adalah para wanita.

Makalah yang berjudul “Kebijakan PTA Jawa Tengah terhadap Fenomena Bermacam Perkawinan Diluar Undang-Undang Perkawinan di Indonesia” dibawakan dengan santai dan kocak oleh Chatib Rasyid sehingga para peserta larut dibawa kepada pemahaman bahwa yang dimaksud dalam putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang istilah diluar perkawinan adalah pekawinan yang sah menurut UU Nomor 1 Tahun 1974 (pasal 2(1)) tetapi tidak dicatatkan (pasal 2(2)). Pasal 2 UU No. 1 Tahun 1974 menyatakan bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu, sedangkan ayat (2) nya tentang pencatatan perkawinan.

Cetak

workshop 25 April 2012

Ditulis oleh Widodo on .

Ketua PTA Semarang dalam Workshop Teknis Yustisial

 

“Hakim untuk ke depan jangan demo”


Semarang|pta-semarang.go.id (Rabu, 25/04/2012)

Dihadapan para hakim Pengadilan Agama yang mengikuti acara Workshop Teknis Yustisial Bagi Hakim Pengadilan Agama Se-Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang, Drs.H.Chatib Rasyid,SH.,MH., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang menyampaikan pengarahan Ketua MA RI dalam rangka menghadapi Munas IKAHI, bahwa para hakim untuk ke depan jangan demo. Dengan melakukan unjuk rasa / demo tersebut martabat hakim dipertaruhkan. “ Yang dijual para hakim itu bukan otot dan tenaga, akan tetapi kebrilianan kita.”, demikian ditegaskan oleh Chatib Rasyid.

 

{gallery}gallery/kegpaniteraan/25april2012{/gallery}

 

Workshop yang diikuti oleh 72 orang hakim dari 36 PA di wilayah PTA Semarang ini memiliki nilai yang sangat strategis karena saat ini perkembangan hukum di masyarakat begitu cepat. Hakim, khususnya hakim PA dihadapkan pada situasi yang dapat dikatakan gawat akibat salahnya pemahaman terhadap putusan Mahkamah Konstitusi nomor 46, “Padahal putusan MK itu kan hanya menyebabkan anak hasil nikah sirri bisa menjadi anak sah, tidak termasuk anak hasil zina.”, demikian diungkap oleh Chatib Rasyid.

Anak hasil nikah sirri bisa menjadi anak sah terlebih dahulu harus di itsbat kan perkawinan sirri kedua orang tuanya. Itsbat nikah ini diajukan permohonannya pada Pengadilan Agama.

elektronik sigara
center