11 Aplikasi Unggulan Ditjen Badilag

11 Aplikasi Unggulan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI
11 Aplikasi Unggulan Ditjen Badilag

Access CCTV Online (ACO)

Access CCTV Online (ACO) Pengawasan secara virtual Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama sebagai media transparansi dan akuntabilitas peradilan agama
Access CCTV Online (ACO)

Pencanangan Zona Integritas

Pengadilan Tinggi Agama Semarang menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)
Pencanangan Zona Integritas

e-Court

e-Court adalah sebuah instrumen Pengadilan sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat dalam hal pendaftaran perkara secara online, pembayaran secara online, mengirim dokumen persidangan (jawaban, replik, duplik dan kesimpulan) dan pemanggilan secara online.
e-Court

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

LAPOR

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. Sampaikan pengaduan, aspirasi dan permintaan informasi Anda langsung kepada kami.
LAPOR

Area Bebas Pungli

Apabila anda melihat, mendengar atau mengalami kejadian yang menunjukan indikas wewenang, penyimpangan atau pelanggaran perlaku Aparat Pengadilan. Ajukan Laporan Pengaduan anda secara tertulis melalui meja informasi/Pengaduan pada Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada hari dan Jam Kerja
Area Bebas Pungli

WHISTLEBLOWING

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
WHISTLEBLOWING

JATENG TANGGAP COVID-19

Situs resmi tanggap COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah
JATENG TANGGAP COVID-19

POSBAKUM

Bantuan Hukum adalah jasa hukum yang diberikan oleh Pemberi Bantuan Hukum secara Cuma-Cuma kepada Penerima Bantuan Hukum. Penerima Bantuan Hukum adalah orang atau kelompok orang miskin yang tidak dapat memenuhi hak dasar secara layak dan mandiri yang menghadapi masalah hukum
POSBAKUM
Selamat datang di website resmi Pengadilan Tinggi Agama Semarang ::: PTA Semarang SUPER, Solid, Unggul, Profesional, Efektif, Responsif....Berita Duka: " Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya telah meninggalnya Ketua Pengadilan Agama Kebumen, Bapak Dr. Drs. H. Masduqi, S.H, M.H, Semoga almarhum diampuni segala kesalahan serta diterima segala amal ibadahnya oleh Allah SWT. Dan semoga keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan kekuatan iman lahir batin. "

PERESMIAN GEDUNG PENGADILAN TERPADU DI MANADO DAN 61 PENGADILAN SELURUH INDONESIA OLEH KETUA MAHKAMAH AGUNG R.I. SECARA VIRTUAL

on . Posted in Berita Kegiatan

Semarang |pta-semarang.go.id| Ketua PTA Semarang, Dr. H. Bahruddin Muhammad, S.H., M.H., pada hari ini Selasa, 21 Oktober 2020 mengikuti acara Peresmian Gedung Pengadilan Terpadu di Manado dan 61 Pengadilan di seluruh Indonesia Oleh Ketua Mahkamah Agung R.I. secara Virtual bersama Pimpinan, Hakim dan Pejabat Struktural Fungsional PA Ambarawa. Ketua Mahkamah Agung meresmikan 1 (satu) Pengadilan Terpadu di Manado, Pada saat yang sama diresmikan pula 61 gedung pengadilan, antara lain, 3 gedung Pengadilan Tingkat Banding, yaitu: gedung Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, gedung Pengadilan Tinggi Banjarmasin, gedung Pengadilan Tinggi Ambon dan 58 gedung Pengadilan Tingkat Pertama, yang terdiri dari 33 gedung Pengadilan Negeri, 24 gedung Pengadilan Agama dan 1 gedung Pengadilan Militer III-18 Ambon. Pengadilan Agama Ambarawa dan Pengadilan Agama Boyolali merupakan 2 (dua) pengadilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Semarang yang ikut diresmikan oleh Ketua Mahkamah Agung R.I. pada hari ini.

 

Plt. Sekretaris Mahkamah Agung R.I., Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. dalam laporannya menyatakan bahwa peristiwa ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah Mahkamah Agung dibangun satu konsep Pengadilan Terpadu, satu konsep penggabungan 6 pengadilan dalam satu kawasan, yaitu: Pengadilan Tinggi Manado, Pengadilan Tinggi Agama Manado, Pengadilan Tata Usaha Negara Manado, Pengadilan Agama Manado, Pengadilan Negeri Manado, dan Pengadilan Militer III-17 Manado. Pengadilan Terpadu ini dibangun dengan menggunakan anggaran dana alokasi pembagunan Mahkamah Agung sebesar Rp150.855.000,00 (seratus lima puluh milyar delapan ratus lima puluh lima juta rupiah), yang dilaksanakan dalam 2 tahap dengan system multi years dari tahun 2018 sampai dengan 2020, sedangkan secara keseluruhan penyerapan anggaran dari pembangunan 67 gedung pengadilan yang diresmikan pada hari ini adalah sebesar Rp933.647.613.430,00 (sembilan ratus tiga puluh tiga milyar enam ratus empat puluh tujuh juta enam ratus tiga belas ribu empat ratus tiga puluh rupiah).

 

Lebih lanjut dikemukakan bahwa momentum ini merupakan batu lompatan untuk melangkah lebih jauh dalam mempercepat pelaksananaan reformasi birokrasi di peradilan yang bersih, transparan dan moderm demi terwujudnya keadilan, kepastian dan kemanfaatan bagi masyarakat pencari keadilan. Dan diujung laporannya Plt. Sekretaris MARI memompa semangat semua insan peradilan dengan ajakan:  “Mari kita berjuang untuk maju, bersama-sama bahu membahu, mewujudkan visi dan misi Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya, kita maju, kita bisa, kita sukses untuk meraih Peradilan yang Agung dan Modern”.

 

Sementara itu Ketua Mahkamah Agung R.I. Dr. Syarifuddin, S.H., M.H. menyatakan bahwa meskipun dilakukan secara virtual namun diharapkan peresmian 67 gedung pengadilan di seluruh Indonesia ini tidak mengurangi kekhidmatan serta bisa memberi nilai tambah bagi warga peradilan untuk lebih terbiasa dan mampu menggunakan sarana teknologi informasi termasuk dalam aktivitas kedinasan terlebih dalam suasana pandemic covid seperti sekarang. Bagi Mahkamah Agung pandemi ini semakin memacu percepatan elektonisasi dan digitalisasi business process di lembaga peradilan. Mahkamah Agung bulan lalu telah mengeluarkan Perma Nomor 4 Tahun 2020 sebagai payung hukum bagi pelaksanaan persidangan secara elektronik bagi perkara pidana, Pidana Militer dan Jinayat. Juga Tim development aplikasi Mahkamah Agung telah menyelesaikan pengembangan aplikasi system peradilan terpadu berbasis teknologi informasi, pengembangan SIPPTI yang merupakan persembahan putra-putri terbaik internal Mahkamah Agung. Dengan aplikasi ini Hakim Pidana dapat menerima, melihat, dan melakukan pertukaran data secara elektronik, Hal ini merupakan bukti kesungguhan Mahkamah Agung untuk terus mencurahkan daya upaya dalam mewujudkan peradilan yang Agung.

 

Pembangunan 67 gedung pengadilan merupakan upaya secara terus menerus yang dilakukan oleh Mahkamah Agung untuk meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana dalam rangka mewujudkan pelayanan yang prima terhadap pencari keadilan. Selain 67 gedung pengadilan yang akan diresmikan ini ternyata Mahkamah Agung masih memiliki pekerjaan rumah, yaitu pembangunan 85 gedung pengadilan baru yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 13 sampai dengan Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pembentukan Pengadilan Baru pada Lingkungan Peradilan Umum, di lingkungan Peradilan Agama dan di Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara yang kemudian diikuti oleh Surat Kemempan RB Nomor B/150/M.KT.01/2018 tentang Persetujuan untuk Pengoperasian Pengadilan tersebut. Dan 85 pengadilan baru tersebut telah diresmkan pengoperasiannya pada tanggal 22 Oktober 2018 namun sampai saat ini Mahkamah Agung belum menuntaskan pembangunan gedung pengadilan baru tersebut karena keterbatasan anggaran yang dialokasikan pemerintah terlebih lagi karena adanya revisi dan pemotongan anggaran terkait pandemic covid 19 ini, sampai saat ini dari 85 gedung pengadilan  yang dirrencanakan, MA baru bisa melaksanakan pembangunan  25 gedung yang semuanya baru mencapai tahap pembangunan 20% kecuali PN Suka Makmur yang mencapai pembangunanan 80%.

Ketua Mahkamah Agung RI lebih lanjut mengharapkan kemegahan gedung pengadilan yang dibangun ini sebanding dengan keagungan dan kemegahan misi dan karyanya, berkontribusi aktif dalam mewujudkan keagungan lembaga peradilan  sesuai dengan visi misi dan nilai utama Mahkamah Agung yaitu mewujudkan Peradilan Yang Agung. Bahwa pembangunan gedung peradilan terpadu di Manado ini merupakan Pilot Projecyt Mahkamah Agung untuk membangun system peradilan yang terintegrasi. Pengintegrasian 6 pengadilan dalam satu lokasi ini selain memberikaniklm perkantoran yang aman dan nyaman juga akan membentuk para Pimpinan, hakim  dan aparatur pengadilan yang bertugas di masing-masing pengadilan untuk berpikir dan bertindak secara terpadu dan terhubung satu sama lain. Dan bagi masyarakat pencari keadilan juga mengedukasi masyarakat perihal adanya 4 lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung beserta peran, wewenang dan tugasnya masing-masing juga memberikan kemudahan akses “one stop area”.

Ketua Mahkamah Agung menyatakan bahwa untuk menunjang pelayanan hukum yang baik dibutuhkan 2 komponen penting yakni sumber daya manusia yang handal serta sarana dan prasarana yang mendukung. Dua hal tersebut merupakan dua komponen yang saling berkaitan satu sama lainnya, SDM yang handal tidak mampu berkarya maksimal tanpa dukungan sarana dan prasarana yang baik, begitu pula sebaliknya sarana dan prasarana yang memadai  tidak akan berfungsi apa-apa jika SDM yang ada tidak mampu merawat dan memanfaatkan dengan baik serta optimal, untuk itu Ketua Mahkamah Agung memerintahkan agar gedung yang dibangun dengan dana APBN yang besar ini agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dan para pencari keadilan. Kepada para aparatur pengadilan yang menempati gedung yang baru diresmikan ini untuk terus meningkatkan pemanfaatan jaringan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi kerja disamping mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi.

Dalam menutup sambutannya tersebut, Ketua Mahkamah Agung berpesan kepada seluruh warga peradilan di Indonesia agar senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi protokol kesehatan dan secara disiplin menerapkan 3 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak serta menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan dengan kebiasaan baru. Disiplin menaati protokol kesehatan akan melindungi kita, keluarga yang kita cintai, dan orang-orang di sekitar kita, tetap bersemangat dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar kita semua senantiasa tetap sehat dan pandemic covid-19 ini dapat segera berakhir.

Add comment

Security code
Refresh


Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Semarang
Jl. Hanoman No. 18 Semarang 50146
Telp: 024 - 7600803
Fax: 024 - 7603866
Email Redaksi : ptajawatengah@gmail.com