PTA Semarang Launching 3 Aplikasi Unggulan

on . Posted in Berita Kegiatan

Kamis, 23 Juli 2020 bertempat di Merapi Hall Grasia Hotel Lantai 2, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang meresmikan 3 (tiga) aplikasi unggulan diantaranya: 1. Aplikasi Monitoring PTA Semarang; 2. Aplikasi Pendukung SIPP Tingkat Pertama & Tingkat Banding; 3. Aplikasi Layanan Digital Pengadilan Agama (LANDIPA).

Sebelumnya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang beserta seluruh Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Semarang mengikuti Wisuda Purnabhakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kendari, Dr. H. Muslimin Simar, S.H., M.H. secara daring di Guntur Hall Hotel Grasia Lantai 1, dengan tetap menerapkan prinsip 3M, yaitu (1) Memakai masker; (2) Menjaga jarak dan (3) Mencuci tangan.

 

Acara diawali dengan penampilan seni hadrah oleh mahasiswa Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo sebagai sambutan selamat datang kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang dan para tamu undangan. Selanjutnya dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung RI menandakan dibukanya Rapat Koordinasi Ketua Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang.

 

Acara selanjutnya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama dengan UNSIQ Wonosobo terkait program magang mahasiswa selama 6 bulan (1 semester) di Peradilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang.

 

Berlanjut ke acara puncak yaitu pemaparan tiga aplikasi unggulan Pengadilan Tinggi Agama Semarang yang disampaikan oleh Drs. H. Zaenal Hakim, S.H., Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Semarang selaku ketua tim monitoring kinerja PA se-Jateng.

Tiga aplikasi unggulan PTA Semarang merupakan hasil karya tim satgas PTA Semarang yang beranggotakan: Anang Ashari (PA Surakarta), Saryono (PA Pati), Ardhan (PA Mungkid) dan satu orang konsultan IT yaitu Putra.

 

Aplikasi Monitoring PTA Semarang merupakan aplikasi yang digunakan oleh PTA Semarang untuk memonitoring kinerja SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) Pengadilan Agama se-Jawa Tengah secara daring, terutama terkait kondisi pandemi seperti sekarang ini. Fokus pada aplikasi ini yaitu pada implementasi SIPP disetiap Pengadilan Agama diwilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang; tingkat penyelesaian perkara; publikasi putusan; serta kinerja satker dan individu pengguna SIPP. Untuk kinerja individu pengguna SIPP sendiri, digunakan sebagai bahan baperjakat untuk promosi pengguna yang kinerjanya dinilai baik. Untuk pengguna aplikasi monitoring PTA Semarang yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang dan hakim tinggi selaku hakim tinggi pembina dan pengawas daerah (Hatiwasda).

Aplikasi pendukung SIPP merupakan aplikasi yang dipasang di server SIPP, yang memiliki konten kontrol perkara, laporan perkara, cetak blangko akta cerai dan beberapa fitur lain. Aplikasi ini diperuntukkan bagi Ketua, Wakil Ketua, Hakim, dan jajaran Kepaniteraan Pengadilan Agama.

Aplikasi Layanan Digital PA atau yang disingkat LANDIPA merupakan aplikasi yang dapat diakses oleh advokat dan pencari keadilan, yang saat ini baru digunakan oleh Pengadilan Agama se-Solo Raya. Aplikasi ini merupakan penggabungan dari aplikasi antrian sidang dan informasi perkara. Dengan menggunakan tab/laptop/smartphone berbasis android yang terkoneksi inet, advokat yang berpekara cukup menginstal aplikasi tersebut untuk dapat mengaksesnya atau dapat juga diakses melalui laman www.landipa.online. Pada fitur antrian sidang, advokat dapat memilih nomor antrian. Meskipun tidak dapat memperkirakan waktu secara pasti, tapi dalam sistem antrian sidang terdapat informasi antrian yang sedang berjalan, sehingga dapat memperkirakan kapan dipanggil. Selain itu, pada Aplikasi LANDIPA terdapat menu e-Court, Anjungan Gugatan Mandiri, A.C.O. (Auto Court Online) Badilag, Validasi Akta Cerai, SIWAS MA.

LANDIPA juga terdapat fitur aplikasi PA se-Solo Raya dengan nama yang disesuaikan oleh masing-masing satker, diantaranya: PA Surakarta diberi nama HIK SMART, PA Sragen diberi nama SANGIRAN, PA Karanganyar diberi nama SIPAKAR, PA Klaten diberi nama PLAOSAN, PA Sukoharjo diberi nama SIPEDANG, PA Wonogiri diberi nama SIMPAGIRI, PA Boyolali diberi nama SAPI. Aplikasi inilah yang akan dikembangkan untuk Pengadilan Agama se-Jawa Tengah yang dibagi menjadi 6 korwil diantaranya Korwil Solo Raya, Semarang, Kedu, Pekalongan, Banyumas dan Pati.

 

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan atas prestasi kinerja pengadilan agama baik di bidang kepaniteraan maupun kesekretariatan yang merupakan hasil lomba periode Januari-Juni 2020

Tepat pada pukul 12.00 WIB acara ditutup dengan ramah tamah dan dihibur dengan seni hadrah.