Cetak

Pembinaan, Pelantikan dan Pisah Sambut

Ditulis oleh Kepegawaian on .

KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA JAWA TENGAH

MELANTIK BAPAK DR. H. A. CHOIRI, S.H., M.H. SEBAGAI

WAKIL KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA JAWA TENGAH

1

Pengambilan Sumpah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah

Semarang (12/12)- Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah Dr. H. A. Choiri. S.H. M.H. bertempat di Rama Shinta Ballroom, Patra Jasa Convention Hotel Semarang , acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah Dr. H. Bahruddin Muhammad, S.H., M.H.,  yang dihadiri oleh Hakim Tinggi, Ketua PA, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama Se Jawa Tengah, mantan Pimpinan Pengadilan dan Pegawai PTA Jawa Tengah danmenyatakan dalam pembinaan bahwa mari kita sama-sama berkomitmen untuk membangun Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah dengan cara merajut Pengadilan Agama semacam satu sulaman kain yang saling tersambung dan memiliki keterkaitan. Mari kita maju bersama, bersama kita bisa. Kita bersama bersahabat bagaikan tangan dengan mata, saat tangan terluka mata menangis, tangan mata tanpa diperintah itulah kebersamaan dalam bersahabatan.

 

 

2

 

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah menyatakan bahwa Jabatan Wakil adalah suatu anugrah Allah SWT dan amanah serta kepercayaan dari pimpinan Mahkamah Agung RI karena dianggap cakap, mampu serta memiliki kompetensi. Terlebih pengangkatan jabatan Wakil Ketua sebagai unsur Pimpinan di Pengadilan Tingkat Banding haruslah melalui Fit dan Proper Tes yang tidaklah mudah.

8

Dr. H. Bahruddin Muhammad, S.H., M.H. “Mari kita maju bersama, bersama kita bisa”

Selanjutnya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah menandaskan Selamat atas pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah, selamat bertugas dan semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmatnya dalam menjalankan tugas  kita sehari-hari.  Selaku Koordinator Pengawasan Daerah, tiada hari tanpa pengaduan yang harus segera ditindak lanjuti khususnya perkara yang berkaitan dengan perkawinan, kewarisan, wasiat, hibah, waqaf dan ekonomi syari’ah yang pembuktiannya dari konvensional menjadi hightech, selain itu ada berbagai dinamika yang secara intensif berkembang yang harus dihadapi dengan langkah persuasif, antisipatif dan kalau perlu dengan tindakan korektif, Pengadilan Tinggi Agama harus melakukan langkah yang konkrit kebijakan yang lebih serius untuk meraih kepercayaan publik dan kredibilitas lembaga peradilan untuk mendapatkan pengadilan yang mampu memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya, untuk melaksanakan Cetak Biru Mahkamah Agung dengan 8 area perubahan, berdasarkan kerangka Pengadilan yang Agung (Court Excellent Framework).

4   

 5

 

Lebih lanjut, menyampaikan bahwa Tahun 2016 yang lalu, Mahkamah Agung telah menerbitkan tiga Kebijakan sekaligus sebagai langkah nyata dalam upaya meminimalisir pelanggaran aparatus Peradilan, yaitu Peraturan Mahkamah Agung RI No. 07 Tahun 2016 tentang Penegakan Disiplin Kerja Hakim pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pembinaan Atasan Langsung di Lingkungan Mahkamah Agung Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengaduan (Whistleblowing system) di Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya. Terakhir Maklumat Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 01/Maklummat/KMA/IX/2017 tanggal 12 September 2017 Tentang Pengawasan dan Pembinaan Hakim, Aparatur Mahkamah Agung, dan Pejabat Badan Peradilan dibawahnya. Dengan adanya empat aturan ini diharapkan mampu menjadi bahan bakar dan semangat serta acuan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang dalam melaksanakan tugas sebagai unsur pimpinan Pengadilan, dan Koordinator Pengawasan Daerah dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap dunia Peradilan untuk mewujudkan Badan Peradilan yang Agung.

Dalam rangka menjalankan reformasi birokrasi di Pengadilan, akan ada penolakan, ketakutan dalam dirinya karena sudah terbiasa melakukan rutinitas yang biasa, ditambah lagi dengan perhitungan untung ruginya, oleh karena itu mari kita lakukan breaktrough menjebol dengan kekuatan yang besar bagi yang menghambat dan kekuatan itu ada pada para pemimpin.

Kita sudah punya standar operasi prosedure (SOP) yang harus kita laksanakan dan kita evaluasi secara berkala, untuk memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya, mendorong penyempurnaan pada 8 area perubahan, nilai-nilai pengadilan serta kualitas kinerja pengadilan yang harus diperkuat dan disempurnakan.

Tamu undangan yang hadir adalah Dr. H. Ahmad Fadlil Sumadi, S.H.,M.Hum Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram, Drs. H. Ahsin Abdul Hamid SH Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram,  Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru serta Para Mantan Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Drs. H. Wildan Suyuthi Musthofa, SH. M. Hum, Drs. H. Zainal Arifin Syam, SH. MH . Drs. Rahmadi Suhamka, SH dan Supardjiyanto, SH

3

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan juga perpisahan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah menjadi Ketua Pengadilan Agama Mataram dan perkenalan Dr. H. A. Choiri, SH. MH Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa tengah (CH)

7           

 9

 

 

 

 

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

elektronik sigara
center